logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Lurah Baratan Maknai Kupatan sebagai Momentum Pererat Silaturahmi Antar-Aparatur Kelurahan

  • 27 Maret 2026
  • Dibaca 167 Kali
Bagikan Via:
lurah-baratan-maknai-kupatan-sebagai-momentum-pererat-silaturahmi-antar-aparatur-kelurahan-20260328

Lurah Baratan Maknai Kupatan sebagai Momentum Pererat Silaturahmi Antar-Aparatur Kelurahan

JEMBER, 27 MARET 2026 - Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember pada Rabu sore, 25 Maret 2026. Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, mulai dari Pj. Sekretaris Daerah hingga seluruh jajaran Lurah, berkumpul dalam agenda "Kupatan" yang menjadi tradisi rutin paska-lebaran untuk memperkuat sinergi pemerintahan.

Lurah Baratan, Suprihatin, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiasi Pemkab Jember menggelar acara ini. Menurutnya, momentum Kupatan bukan sekadar seremoni makan ketupat bersama, melainkan ruang komunikasi informal yang sangat efektif bagi para pemangku kebijakan di tingkat kelurahan.

"Kegiatan Kupatan di Pendopo ini adalah simbol kebersamaan. Sebagai garda terdepan yang melayani masyarakat di Baratan, kami merasa didukung penuh oleh jajaran pimpinan daerah. Ini adalah momen untuk saling memaafkan sekaligus menyelaraskan visi agar pelayanan publik di wilayah semakin solid," ujar Suprihatin, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa semangat pandalungan yang kental dalam acara ini menjadi motivasi tambahan untuk membawa etos kerja yang lebih humanis ke kantor kelurahan. "Pulang dari sini, kami membawa semangat baru untuk melayani warga Baratan dengan lebih sabar dan tulus," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, turut memberikan pandangan positifnya. Menurut Gus Fawait, tradisi Kupatan yang dilaksanakan di tingkat kabupaten merupakan langkah cerdas dalam merawat kearifan lokal sekaligus menjaga stabilitas birokrasi.

"Kupatan ini adalah budaya adiluhung kita. Ketika Pemerintah Kabupaten Jember mengumpulkan seluruh elemen, mulai dari Sekda hingga Lurah, ini menunjukkan bahwa orkestrasi pembangunan di Jember berjalan dengan harmonis. Tradisi ini memperkecil sekat komunikasi antara atasan dan bawahan, sehingga kendala-kendala di lapangan bisa diselesaikan dengan semangat kekeluargaan," ungkap Gus Fawait.

Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini berlangsung dengan tertib. Seluruh tamu undangan, termasuk jajaran dari Dishub, Disnaker, hingga Direktur RSD dr. Soebandi, tampak membaur dalam balutan pakaian dinas harian yang berlaku, menciptakan pemandangan birokrasi yang inklusif di jantung Kabupaten Jember. (fzr)

Galeri Foto