Matangkan Persiapan Mendongeng “Bunga di Tanah Pandalungan”, Siap Wakili Jember ke Tingkat Jawa Timur
- 04 Juni 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Matangkan Persiapan Mendongeng “Bunga di Tanah Pandalungan”, Siap Wakili Jember ke Tingkat Jawa Timur
Jember, 4 Juni 2026 – Semangat pelestarian budaya lokal dan pengembangan bakat peserta didik terus ditunjukkan Kabupaten Jember melalui ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Salah satu peserta yang tengah menjadi perhatian adalah Inara, siswi SDN Kebonsari 04 Jember yang akan mewakili Kabupaten Jember pada cabang lomba mendongeng tingkat Provinsi Jawa Timur.
Persiapan penampilan Inara berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Rabu (3/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Inara menampilkan kemampuan mendongengnya melalui cerita berjudul “Bunga di Tanah Pandalungan”, sebuah kisah yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal, keberagaman, dan karakter masyarakat Pandalungan yang menjadi identitas khas Jember.
Keberhasilan Inara melaju ke tingkat provinsi bukanlah hasil yang diraih secara instan. Sebelum dinobatkan sebagai Juara 1 lomba mendongeng FLS3N tingkat Kabupaten Jember, ia telah menjalani proses latihan dan pembinaan secara intensif selama kurang lebih tiga bulan bersama guru pendampingnya, Anisah Nabila, yang juga merupakan guru kelas III SDN Kebonsari 04.
Selama masa persiapan tersebut, berbagai aspek mendongeng terus diasah secara mendalam. Mulai dari teknik vokal, pengaturan intonasi, ekspresi wajah, gerak tubuh, penghayatan karakter, hingga kemampuan membangun interaksi dengan audiens. Setiap detail diperhatikan agar pesan yang terkandung dalam cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada para penonton maupun dewan juri.
Dalam sesi latihan di Aula Dispendik Jember, Inara tampak percaya diri saat membawakan setiap bagian cerita. Suara yang lantang, ekspresi yang hidup, serta penguasaan panggung yang baik menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi tingkat Jawa Timur yang akan mempertemukan para juara dari berbagai kabupaten dan kota.
Cerita “Bunga di Tanah Pandalungan” dipilih karena dinilai mampu merepresentasikan kekayaan budaya lokal Jember. Melalui kisah tersebut, Inara tidak hanya menampilkan kemampuan bertutur, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai toleransi, persatuan, kerja keras, dan keberagaman yang menjadi ciri khas masyarakat Pandalungan.
Guru pendamping Inara, Anisah Nabila, mengungkapkan bahwa proses pembinaan dilakukan secara bertahap dengan target yang jelas pada setiap sesi latihan. Menurutnya, mendongeng bukan sekadar menghafal naskah, melainkan seni menyampaikan pesan melalui penghayatan dan komunikasi yang efektif.
“Persiapan ini sudah kami lakukan selama kurang lebih tiga bulan. Kami melatih banyak aspek, mulai dari teknik berbicara, penguasaan ekspresi, gestur tubuh, hingga pendalaman isi cerita. Tujuannya agar Inara tidak hanya bercerita, tetapi mampu menghidupkan cerita tersebut sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa diterima oleh audiens,” ujar Anisah Nabila.
Ia menambahkan bahwa selama proses pembinaan, Inara menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Kemauan belajar yang tinggi dan kedisiplinan dalam berlatih menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilannya meraih Juara 1 tingkat kabupaten.
“Alhamdulillah, Inara sangat tekun dan selalu bersemangat dalam setiap latihan. Setiap masukan yang diberikan selalu berusaha ia perbaiki. Sebagai pendamping, saya bangga melihat proses perkembangannya. Kami berharap saat tampil di tingkat provinsi nanti, Inara dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Jember,” tambahnya.
Keberhasilan Inara menjadi wakil Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Menurut Dinas Pendidikan, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa potensi peserta didik Jember di bidang seni dan sastra terus berkembang serta mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menyampaikan apresiasinya kepada Inara, guru pendamping, sekolah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pembinaan.
“Prestasi yang diraih Inara merupakan bukti bahwa peserta didik Kabupaten Jember memiliki talenta yang luar biasa. Dengan pendampingan yang tepat, dukungan sekolah, dan kerja keras siswa, potensi tersebut dapat berkembang menjadi sebuah prestasi yang membanggakan. Kami sangat mengapresiasi perjuangan Inara dan Ibu Anisah Nabila yang telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mewakili Kabupaten Jember di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujar Arief Tjahyono.
Menurutnya, ajang FLS3N memiliki peran penting dalam mengembangkan karakter peserta didik melalui seni dan budaya. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pada generasi muda.
“FLS3N bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang membangun karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Melalui cerita ‘Bunga di Tanah Pandalungan’, Inara membawa pesan budaya lokal Jember yang sangat berharga. Kami berharap penampilan ini mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkarya dan melestarikan budaya daerah,” lanjutnya.
Arief Tjahyono juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Jember akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui berbagai program pembinaan dan kompetisi.
“Kami berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan potensinya. Prestasi seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan berkesenian yang menjadi bagian penting dalam pembentukan generasi unggul,” katanya.
Ajang FLS3N sendiri menjadi salah satu program nasional yang bertujuan mengembangkan talenta peserta didik di bidang seni dan sastra. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus belajar menghargai keberagaman budaya Indonesia.
Bagi Inara, kesempatan menjadi wakil Kabupaten Jember merupakan pengalaman berharga yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Dukungan dari orang tua, sekolah, guru pendamping, serta Dinas Pendidikan menjadi motivasi besar untuk terus berusaha memberikan yang terbaik.
Suasana latihan yang berlangsung di Aula Dispendik Jember menunjukkan keseriusan seluruh pihak dalam mempersiapkan penampilan tersebut. Setiap sesi dilakukan dengan evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan agar penampilan Inara semakin matang menjelang kompetisi tingkat provinsi.
Tiga bulan proses latihan yang telah dijalani menjadi bukti bahwa sebuah prestasi tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilan menjadi Juara 1 tingkat Kabupaten Jember, terdapat kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang terus dipupuk setiap hari.
Kini, harapan masyarakat Jember tertuju kepada Inara yang akan membawa nama daerah dalam ajang FLS3N tingkat Jawa Timur. Dengan persiapan yang matang, dukungan penuh dari berbagai pihak, serta semangat untuk memperkenalkan budaya Pandalungan kepada khalayak yang lebih luas, Inara diharapkan mampu tampil maksimal dan kembali mengharumkan nama Kabupaten Jember di tingkat provinsi.
Keikutsertaan Inara menjadi bukti bahwa generasi muda Jember tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya daerah melalui karya seni yang kreatif dan inspiratif. Melalui kisah “Bunga di Tanah Pandalungan”, semangat budaya lokal Jember akan kembali bergema di panggung FLS3N Jawa Timur. (HZ)