Memperkuat Peran Pelopor dan Pelapor: Langkah Nyata Forum Anak Jember Bersama Cegah Perkawinan Anak
- 24 Agustus 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Memperkuat Peran Pelopor dan Pelapor: Langkah Nyata Forum Anak Jember Bersama Cegah Perkawinan Anak
Dalam upaya melindungi masa depan generasi muda dari dampak serius pernikahan dini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menggelar agenda Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak Melalui Penguatan Forum Anak. Kegiatan yang berlangsung meriah ini bertempat di Aula Wisata Rembangan pada Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran penggerak muda dari Forum Anak Jember, Forum Anak Desa Silo, Forum Anak Desa Kalisat, Forum Anak Desa Sukoreno, serta para relawan (volunteer).
Acara diawali dengan pemaparan materi komprehensif oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E. Dalam sesinya, beliau membedah secara mendalam bahaya serta dampak multidimensi perkawinan anak, mulai dari risiko kesehatan, hambatan pendidikan, gangguan psikologis, hingga ancaman terhadap masa depan dan cita-cita anak.
Dalam kesempatannya, Sugeng Riyadi menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam membentengi generasi muda dari pernikahan dini.
"Perkawinan anak bukan sekadar isu sosial, melainkan ancaman nyata bagi masa depan, kesehatan, hingga psikologis generasi muda kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Forum Anak tidak hanya memahami risikonya, tetapi juga berdiri tegak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Kalian adalah garda terdepan yang memiliki suara untuk mengedukasi teman sebaya dan keberanian untuk mencegah serta melaporkan jika ada potensi perkawinan anak di lingkungan sekitar," ujar Sugeng Riyadi.
Lebih lanjut, beliau juga menekankan bagaimana anggota Forum Anak dapat mulai mengukir, merajut, dan menggambarkan perjalanan hari-hari mereka melalui berbagai kegiatan positif. Keterlibatan aktif ini berfokus pada peran mereka sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) demi mewujudkan perlindungan anak dalam tiga hal utama, seperti pencegahan kekerasan, pencegahan perkawinan anak, serta penciptaan ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Selepas pembekalan materi, suasana semakin hangat dan meriah melalui kegiatan outbound interaktif yang dirancang untuk mempererat kebersamaan serta mengasah kerja sama tim. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang.
Melalui seluruh rangkaian pendampingan tersebut, kegiatan ini berhasil membuahkan dampak positif yang nyata bagi seluruh peserta. Selain pemahaman yang kian mendalam mengenai risiko perkawinan dini, peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) kini semakin kuat. Anak-anak tidak hanya dibekali keberanian untuk bersuara dan melaporkan potensi pernikahan dini di sekitar mereka, tetapi juga terdorong untuk menggerakkan kampanye kreatif baik secara langsung di lingkungan sekolah dan masyarakat maupun melalui media sosial.
Agenda ini sukses menumbuhkan kesadaran para peserta untuk fokus melanjutkan pendidikan, mengoptimalkan potensi diri, dan merencanakan masa depan secara matang. Mari bersama-sama mengawal anak-anak Jember agar dapat terus belajar, berkarya, dan mengejar cita-cita hingga siap membangun keluarga yang sejahtera di masa depan. (ysf)