logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Merawat Harmoni dari Akar Rumput: Kiprah Bidang Ketahanan Ekososbud Bakesbangpol Jember di Bawah Nahkoda Mega Wulandari

  • 28 Maret 2026
  • Dibaca 196 Kali
Bagikan Via:
merawat-harmoni-dari-akar-rumput-kiprah-bidang-ketahanan-ekososbud-bakesbangpol-jember-di-bawah-nahkoda-mega-wulandari-20260328

Merawat Harmoni dari Akar Rumput: Kiprah Bidang Ketahanan Ekososbud Bakesbangpol Jember di Bawah Nahkoda Mega Wulandari

JEMBER, 28 Maret 2026 — Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak cepat, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, harmoni sosial, serta keberagaman budaya dan agama bukanlah perkara sederhana. Namun, di Kabupaten Jember, upaya itu dijalankan secara terstruktur melalui Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan (Ekososbud) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Di bawah kepemimpinan Kepala Bidang Mega Wulandari, S.STP., MM, bidang ini menjadi salah satu garda terdepan dalam memastikan stabilitas daerah tetap terjaga, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari kekuatan sosial masyarakatnya.

Mega Wulandari memahami bahwa ketahanan daerah tidak hanya diukur dari aspek ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah perbedaan. “Ketahanan itu dibangun dari bawah, dari masyarakat yang rukun, berdaya, dan memiliki kesadaran bersama,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Bidang Ekososbud memiliki tugas strategis, yakni melaksanakan sebagian tugas Bakesbangpol dalam menjaga ketahanan ekonomi, sosial, dan budaya, sekaligus memfasilitasi berbagai aspek penting lainnya. Mulai dari pencegahan penyalahgunaan narkotika, pembinaan kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan, hingga pengelolaan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Peran ini menjadi semakin penting di era modern, ketika tantangan sosial semakin kompleks. Penyalahgunaan narkotika, misalnya, tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi ketahanan generasi muda. Melalui pendekatan fasilitatif, Bidang Ekososbud aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan edukasi dan pencegahan sejak dini.

Di sisi lain, keberagaman agama dan kepercayaan yang menjadi kekayaan Jember juga membutuhkan perhatian khusus. Bidang ini hadir sebagai jembatan yang memperkuat dialog, mempererat toleransi, serta menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi potensi konflik. Upaya fasilitasi kerukunan umat beragama dilakukan secara berkelanjutan, melibatkan tokoh agama, masyarakat, hingga pemuda lintas iman.

Tak hanya itu, eksistensi organisasi kemasyarakatan (ormas) juga menjadi fokus utama. Dalam praktiknya, Bidang Ekososbud tidak sekadar melakukan pendataan, tetapi juga pemberdayaan. Ormas didorong untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Ormas adalah kekuatan sosial. Jika diberdayakan dengan baik, mereka bisa menjadi solusi, bukan masalah,” kata Mega.

Namun demikian, dinamika ormas juga tidak lepas dari potensi gesekan. Di sinilah peran mediasi menjadi krusial. Bidang Ekososbud hadir sebagai fasilitator dalam menyelesaikan sengketa secara dialogis, mengedepankan musyawarah sebagai jalan keluar. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meredam konflik dan menjaga stabilitas daerah.

Dalam menjalankan tugasnya, Bidang Ekososbud mengedepankan prinsip kerja yang sistematis dan terukur. Mulai dari penyusunan program kerja yang berbasis kebutuhan masyarakat, perumusan kebijakan yang adaptif, hingga pelaksanaan program yang tepat sasaran.

Koordinasi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan. Bidang ini aktif menjalin sinergi dengan instansi terkait, baik di tingkat daerah maupun pusat, guna memastikan setiap program berjalan optimal. Tidak berhenti di situ, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas kebijakan serta memastikan akuntabilitas kinerja.

“Setiap program harus berdampak. Kami tidak hanya bekerja, tetapi memastikan hasilnya dirasakan masyarakat,” tegas Mega.

Di balik berbagai program yang dijalankan, ada satu benang merah yang menjadi landasan utama: menjaga harmoni. Dalam pandangan Bidang Ekososbud, harmoni bukan sekadar kondisi tanpa konflik, melainkan keadaan di mana masyarakat mampu hidup berdampingan, saling menghargai, dan bersama-sama membangun daerah.

Kabupaten Jember, dengan segala keberagamannya, adalah potret mini Indonesia. Tantangan yang ada menjadi cermin bahwa ketahanan nasional sejatinya dimulai dari daerah. Apa yang dilakukan oleh Bidang Ekososbud Bakesbangpol Jember menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan mediator.

Di tengah arus globalisasi yang kian deras, peran ini menjadi semakin relevan. Ketahanan ekonomi, sosial, dan budaya bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dan di Jember, upaya itu terus dirawat, diperkuat, dan dijaga dari akar rumput, untuk masa depan yang lebih harmonis.(but)

Galeri Foto