logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Normalisasi Drainase di Ruas Jalan Sempolan-Karangharjo, Upaya DPUPR Jember Cegah Genangan dan Jaga Kenyamanan Warga

  • 30 Juni 2026
  • Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
normalisasi-drainase-di-ruas-jalan-sempolan-karangharjo-upaya-dpupr-jember-cegah-genangan-dan-jaga-kenyamanan-warga-20260701

Normalisasi Drainase di Ruas Jalan Sempolan-Karangharjo, Upaya DPUPR Jember Cegah Genangan dan Jaga Kenyamanan Warga

JEMBER, 30 JUNI 2026 - Upaya menjaga fungsi infrastruktur jalan dan mencegah terjadinya genangan air terus dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember. Salah satu langkah nyata yang saat ini dilaksanakan adalah kegiatan normalisasi drainase di ruas Jalan Sempolan–Karangharjo, Kecamatan Silo, Senin 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.

Ruas Jalan Sempolan–Karangharjo merupakan salah satu jalur penghubung penting di wilayah Kecamatan Silo yang setiap harinya digunakan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga akses menuju pusat pelayanan publik. Seiring berjalannya waktu, sedimentasi, tumpukan material tanah, serta pertumbuhan vegetasi liar di sepanjang saluran drainase menyebabkan kapasitas saluran air mengalami penurunan, sehingga berpotensi menimbulkan genangan saat intensitas hujan tinggi.

Melihat kondisi tersebut, DPUPR Kabupaten Jember melalui tim pelaksana di wilayah kerja Silo bergerak cepat melaksanakan normalisasi drainase. Kegiatan ini meliputi pembersihan saluran dari endapan lumpur, pengangkatan material yang menyumbat aliran air, serta penataan kembali saluran agar dapat berfungsi secara optimal.

Sejak pagi hari, para petugas tampak bekerja secara gotong royong di sepanjang ruas jalan. Dengan menggunakan peralatan pendukung, mereka membersihkan sedimentasi yang telah menumpuk selama beberapa waktu. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi bentuk pemeliharaan infrastruktur, tetapi juga merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kerusakan jalan akibat genangan air yang berkepanjangan.

Masyarakat sekitar menyambut baik pelaksanaan kegiatan normalisasi drainase tersebut. Selama ini, saat hujan dengan intensitas tinggi turun, beberapa titik di sepanjang ruas jalan kerap mengalami genangan akibat aliran air yang tidak berjalan lancar. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan badan jalan apabila tidak segera ditangani.

Koordinator Wilayah (Korwil) Silo DPUPR Kabupaten Jember, Rudi Hartono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi drainase merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan fungsi infrastruktur jalan. Menurutnya, keberadaan saluran drainase yang berfungsi dengan baik memiliki peran penting dalam menjaga kualitas jalan dan keselamatan masyarakat.

"Drainase merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari infrastruktur jalan. Ketika saluran air berfungsi dengan baik, maka potensi genangan dan kerusakan jalan dapat diminimalisir. Oleh karena itu, kami terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap saluran-saluran yang mengalami sedimentasi maupun penyumbatan, termasuk di ruas Jalan Sempolan–Karangharjo ini," ujar Rudi, Selasa 30 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa kegiatan normalisasi drainase tidak hanya bertujuan untuk mengatasi persoalan yang ada saat ini, tetapi juga sebagai langkah antisipatif menghadapi musim penghujan. Dengan saluran yang bersih dan lancar, diharapkan aliran air dapat mengalir secara optimal sehingga tidak menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kami berharap setelah dilakukan normalisasi, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Jalan menjadi lebih aman dilalui, risiko genangan berkurang, dan kondisi infrastruktur dapat bertahan lebih lama. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase," tambahnya.

Pelaksanaan normalisasi drainase juga menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik baru, tetapi juga tentang bagaimana menjaga dan merawat infrastruktur yang telah ada agar tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin menjadi salah satu kunci dalam menciptakan sistem infrastruktur yang berkelanjutan.

Di wilayah Kecamatan Silo yang memiliki karakteristik geografis dengan curah hujan relatif tinggi, keberadaan drainase yang berfungsi optimal menjadi kebutuhan yang sangat penting. Selain menjaga kondisi jalan, drainase yang baik juga membantu mengendalikan aliran air permukaan sehingga dapat meminimalisir dampak banjir lokal maupun kerusakan lingkungan di sekitar kawasan permukiman dan area pertanian. (yan)

Galeri Foto