logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Operasi SAR Hari Ke-6 di Pantai Paseban, Tim Gabungan Masih Cari Dua Nelayan yang Hilang

  • 24 Agustus 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
operasi-sar-hari-ke-6-di-pantai-paseban-tim-gabungan-masih-cari-dua-nelayan-yang-hilang-20260824

Operasi SAR Hari Ke-6 di Pantai Paseban, Tim Gabungan Masih Cari Dua Nelayan yang Hilang

JEMBER, 24 AGUSTUS 2026 – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap dua nelayan yang masih dinyatakan hilang setelah perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Hingga Senin, 24 Agustus 2026, dua korban masih dalam proses pencarian.

Kedua korban tersebut yakni Mujai (58), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, dan Samsul (45), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Operasi pencarian memasuki hari keenam dan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polairud Polres Jember, TNI AL, serta sejumlah relawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, sebuah perahu nelayan yang membawa lima orang dihantam ombak. Dari lima orang yang berada di atas perahu, satu orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, satu orang berhasil selamat, sementara tiga lainnya sempat dinyatakan hilang.

Dalam perkembangan operasi SAR, satu korban atas nama Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada 18 Agustus 2026. Kemudian, pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 14.15 WIB, Tim SAR gabungan kembali menemukan korban atas nama Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, juga dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, korban selamat dalam kejadian tersebut adalah Samino (65), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Dengan demikian, hingga Senin sore masih terdapat dua korban yang belum ditemukan.

Pada Senin, 24 Agustus 2026, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Tim SAR gabungan kemudian melaksanakan briefing untuk menyusun strategi pencarian sekaligus membagi personel ke dalam sejumlah Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 melakukan pencarian secara visual di permukaan laut menggunakan perahu jukung nelayan. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran melalui jalur pantai dengan cakupan wilayah sekitar 16 kilometer di sepanjang Pantai Paseban.

Pencarian terhadap dua korban kembali dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Namun, kondisi medan menjadi salah satu tantangan bagi tim di lapangan. Ketinggian ombak di Pantai Paseban dilaporkan mencapai sekitar empat meter, sehingga pelaksanaan pencarian harus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan seluruh personel.

Iwan Mujiartono, personel TRC BPBD Jember, mengatakan tim gabungan tetap berupaya melakukan pencarian secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi gelombang tinggi.

“Pencarian terhadap dua korban masih terus dilakukan dengan penyisiran laut dan pantai. Kondisi ombak yang cukup tinggi menjadi kendala bagi tim, sehingga setiap langkah pencarian tetap mempertimbangkan faktor keselamatan personel,” ujar Iwan.

Operasi SAR pada Senin dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB. Penghentian tersebut bukan berarti operasi berakhir, melainkan pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa, 25 Agustus 2026.

BPBD Kabupaten Jember bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi serta unsur SAR lainnya telah merencanakan pelaksanaan operasi lanjutan untuk menemukan dua korban yang masih hilang. Personel TRC-PB juga akan kembali diperbantukan dalam operasi tersebut.

Selain pencarian, penanganan juga diarahkan pada dukungan terhadap keluarga korban. Tim merekomendasikan pemberian bantuan logistik kepada keluarga terdampak selama proses pencarian berlangsung.

Operasi SAR ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polairud Polres Jember, TNI AL Pos Jember, Relawan Barat Daya, Relawan Kencong, MDMC, Relawan Kokam, serta masyarakat setempat. Sinergi antarpihak diharapkan dapat memperluas jangkauan pencarian sekaligus mempercepat upaya menemukan dua korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Tim mengimbau masyarakat dan seluruh pihak yang berada di sekitar kawasan pantai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang tinggi selama proses operasi berlangsung. (Bob)

Galeri Foto