OPLAH Jadi Wajah Baru Kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Jember Dorong Petani Lebih Berdaya
- 10 April 2026
- Dibaca 254 Kali
Bagikan Via:
OPLAH Jadi Wajah Baru Kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Jember Dorong Petani Lebih Berdaya
JEMBER, 10 MARET 2026 – Program Optimasi Lahan (Oplah) yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional Kementerian Pertanian kini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi cerminan gaya kepemimpinan baru di era Bupati Jember, Fawait. Pendekatan yang lebih dekat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan petani mulai dirasakan langsung di lapangan.
Hal tersebut tampak dalam kegiatan yang digelar pada Senin, 6 April 2026 di Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo, tepatnya di Gapoktan Sumber Rejeki. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) turun langsung mendampingi petani dalam pelaksanaan program Oplah.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si, menegaskan bahwa keterlibatan aktif pemerintah di lapangan merupakan bentuk komitmen untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi petani.
“Oplah ini bukan hanya soal lahan, tetapi bagaimana pemerintah hadir untuk memastikan petani bisa lebih produktif dan sejahtera. Kami tidak ingin petani berjalan sendiri, tapi didampingi secara nyata,” ujar Djamil, dikutip Jumat, 10 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya menjalankan program pusat, tetapi juga memastikan implementasinya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari tahap pengolahan lahan hingga perencanaan tanam yang lebih efektif.
Di era kepemimpinan Bupati Fawait, pendekatan pembangunan pertanian memang diarahkan lebih humanis dan solutif. Pemerintah berupaya mendengar langsung kebutuhan petani, sekaligus memberikan solusi yang cepat dan tepat di lapangan.
Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, H. Purnoto, dalam kesempatan yang sama mengaku merasakan perubahan dalam pola kerja pemerintah saat ini. Menurutnya, komunikasi antara petani dan pemerintah menjadi lebih terbuka.
“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Dinas sering turun langsung ke sawah, berdiskusi dengan petani, bahkan membantu mencarikan solusi jika ada kendala,” ungkap H. Purnoto.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pemerintah di tengah petani memberikan semangat baru bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan hasil produksi.
Program Oplah di Desa Sukogidri juga tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi turut memperhatikan efisiensi penggunaan lahan dan keberlanjutan pertanian. Petani didorong untuk memanfaatkan lahan secara optimal dengan pola tanam yang lebih terencana.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Pemerintah tidak lagi hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra yang aktif mendampingi.
Bupati Jember, Fawait, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus dimulai dari mendengar kebutuhan petani secara langsung.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Pertanian adalah tulang punggung daerah, sehingga petani harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Petani tidak hanya menjadi objek program, tetapi juga subjek yang dilibatkan dalam setiap proses pembangunan.
Dengan semangat tersebut, Oplah di Jember kini menjadi lebih dari sekadar program nasional. Ia telah berkembang menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan petani untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
“Setiap jengkal lahan yang dioptimalkan hari ini adalah investasi untuk masa depan pangan Indonesia. Karena itu, kami pastikan program ini berjalan maksimal dan tepat sasaran,” tutup Djamil.
Karena pada akhirnya, setiap jengkal lahan yang dioptimalkan hari ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang masa depan pangan Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan. (ima)