Pemeriksaan Ketat Dua Hari di SPPG Tegalgede Jember, Bagaimana Hasilnya?
- 10 Juni 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
Pemeriksaan Ketat Dua Hari di SPPG Tegalgede Jember, Bagaimana Hasilnya?
JEMBER, 10 JUNI 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam menjaga kualitas program pemenuhan gizi masyarakat terus diperkuat lewat pengawasan lapangan. Selama dua hari, 8–9 Juni 2026, tim gabungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, Muspika Kecamatan Sumbersari, serta UPTD Puskesmas Sumbersari melaksanakan supervisi dan monitoring terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sumbersari.
Di wilayah Kelurahan Tegalgede, kunjungan supervisi menyasar dua lokasi utama, yaitu SPPG Tegalgede 2 di Jl. Danau Toba dan SPPG Tegalgede 3 di Jl. Tawangmangu. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mencakup alur penerimaan bahan pangan, proses pengolahan makanan, penerapan standar higiene dan sanitasi, hingga sistem distribusi kepada penerima manfaat beserta sarana prasarana pendukungnya.
Hadir langsung memantau jalannya kegiatan, Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, Kepala Seksi PMKS Suliman, beserta jajaran staf kelurahan mendampingi tim gabungan dari OPD dan pihak kecamatan.
Hasil dari inspeksi intensif ini untuk sementara dianggap cukup memuaskan, di mana tim gabungan menyatakan temuan pelanggaran atau kekurangan tidak tampak atau nihil. Seluruh indikator operasional di kedua SPPG tersebut telah berjalan sesuai dengan standar operasional yang baku.
Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, menyampaikan apresiasi tinggi atas hasil tersebut. "Kami sangat bersyukur karena dari hasil supervisi di SPPG Tegalgede 2 dan 3, temuan penyimpangan sementara dinyatakan nihil. Seluruh proses pengolahan hingga siap saji sudah memenuhi standar baku gizi dan kebersihan," ungkapnya di sela kegiatan.
Meski demikian, kesimpulan akhir akan diumumkan oleh pihak terkait Pemkab Jember. Menurut Shierley tantangan sesungguhnya bukan masalah nihil penyimpangan saat disupervisi, tapi bagaimana merawat mutu tersebut agar terus terjaga. Solusi terbaik ke depan adalah komitmen pada konsistensi operasional tanpa penurunan kualitas sedikit pun.
"Kuncinya ada pada konsistensi operasional. Standar yang sudah baik ini wajib dipertahankan setiap hari. Disiplin higienitas dapur dan ketepatan penyaluran merupakan komitmen harian yang tidak boleh kendor demi menjaga kualitas hidup warga," tegas Shierley.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi instrumen penguatan tata kelola program gizi daerah secara berkesinambungan di Kabupaten Jember. (sar)