Pemerintah Kelurahan Patrang Sambangi Suliha, Penderita Stroke yang Hidup Sebatang Kara
- 21 Oktober 2026
- Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
Pemerintah Kelurahan Patrang Sambangi Suliha, Penderita Stroke yang Hidup Sebatang Kara
JEMBER, 21 OKTOBER 2026 - Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perhatian terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Kali ini, jajaran kelurahan bersama tim medis melakukan kunjungan berkala kepada Suliha, warga Jalan Dr. Soebandi, Lingkungan Patrang Tengah RT 002 RW 005, yang menderita stroke.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan sekaligus memastikan kebutuhan dasar Suliha mendapat perhatian. Pasalnya, perempuan tersebut hidup sebatang kara, tidak memiliki sanak famili, dan kini hanya bisa berbaring di tempat tidur akibat penyakit yang dideritanya.
Kondisi itu membuat Suliha masuk kategori warga miskin ekstrem yang membutuhkan pendampingan serta perhatian serius dari pemerintah. Kehadiran jajaran kelurahan bersama tim medis menjadi bagian dari upaya memastikan warga dalam kondisi rentan tidak luput dari jangkauan pelayanan.
Lurah Patrang, Hariyono, mengatakan kunjungan berkala tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama warga yang mengalami keterbatasan fisik, hidup sendiri, dan membutuhkan bantuan.
Menurut dia, pemerintah kelurahan perlu hadir secara langsung untuk mengetahui kondisi riil masyarakat di lapangan. Dengan begitu, kebutuhan warga dapat diidentifikasi dan dikoordinasikan dengan pihak terkait sesuai kewenangan.
“Pemerintah kelurahan harus hadir di tengah masyarakat, terlebih bagi warga yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan perhatian khusus. Kami ingin memastikan kondisi Ibu Suliha terpantau dan kebutuhannya mendapat perhatian,” ujarnya, Rabu 21 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, tim medis turut melihat kondisi Suliha untuk mengetahui keadaan kesehatannya. Pemeriksaan dan pendampingan diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan perawatan yang diperlukan, sehingga penanganannya dapat dikoordinasikan lebih lanjut.
Hariyono menambahkan, perhatian terhadap warga miskin ekstrem tidak cukup hanya melalui pendataan. Diperlukan kepedulian, pemantauan berkala, serta sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan instansi terkait agar bantuan yang dibutuhkan bisa tepat sasaran.
“Kami berharap warga yang membutuhkan perhatian khusus seperti Ibu Suliha tidak merasa sendiri. Kami akan berupaya mengoordinasikan kebutuhan yang ada dengan pihak terkait agar beliau memperoleh perhatian dan pendampingan sesuai kondisi serta ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (yud)