logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Kesejahteraan Rakyat

Pemkab Jember Serahkan Insentif Guru Ngaji di Kelurahan Baratan

  • 14 Maret 2026
  • Dibaca 158 Kali
Bagikan Via:
pemkab-jember-serahkan-insentif-guru-ngaji-di-kelurahan-baratan-20260316

Pemkab Jember Serahkan Insentif Guru Ngaji di Kelurahan Baratan

JEMBER, 14 MARET 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyalurkan insentif bagi para guru ngaji sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Baratan pada Sabtu, 14 Maret 2026, mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIB.

Penyerahan insentif tersebut diikuti oleh sejumlah guru ngaji yang selama ini aktif mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan remaja di lingkungan tempat tinggalnya. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan kepada para tokoh agama yang telah berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda.

Program insentif tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang digagas oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk memberikan perhatian kepada para pengajar Al-Qur’an di berbagai wilayah.

Perwakilan pemerintah setempat menyampaikan bahwa keberadaan guru ngaji memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berakhlak baik. Para guru ngaji tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai moral serta etika kepada para santri di lingkungan masing-masing.

Pendamping guru ngaji, Toyyibatul Mufarohah, menyampaikan bahwa program insentif ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para pengajar Al-Qur’an di tingkat lingkungan.

“Alhamdulillah program ini sangat bermanfaat bagi para guru ngaji. Dengan adanya insentif tersebut, para pengajar Al-Qur’an merasa terbantu dan semakin semangat dalam menjalankan kegiatan mengajar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini pencairan insentif dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lebih jauh, acara dirangkaikan dengan penguatan jejaring antara pengajar, pengurus masjid, dan pemuda setempat. Acara juga memuat sesi singkat tentang tata cara pencairan dan pencatatan administrasi. Para peserta mengapresiasi langkah tersebut karena selain menerima bantuan, mereka memperoleh kepastian prosedur yang memudahkan tugas harian sehari-hari.

Pejabat setempat menegaskan bahwa program akan dilanjutkan secara bertahap ke wilayah lain demi merata. Dukungan finansial ini dianggap sebagai stimulan agar kegiatan mengajar Al-Qur’an tetap konsisten berlangsung dan mampu menarik minat generasi muda dalam mendalami ajaran agama.

Dengan adanya perhatian berkelanjutan dari pemerintah, diharapkan peran guru ngaji semakin kuat dalam membentuk akhlak dan pengetahuan keagamaan di tengah masyarakat. (bhi)

Galeri Foto