logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Penguatan Peran Pengawas SMP Jember Dorong SPMI Berbasis Data dan Rapor Pendidikan 2026

  • 25 Agustus 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
penguatan-peran-pengawas-smp-jember-dorong-spmi-berbasis-data-dan-rapor-pendidikan-2026-20260825

Penguatan Peran Pengawas SMP Jember Dorong SPMI Berbasis Data dan Rapor Pendidikan 2026

JEMBER, 25 AGUSTUS 2026 – Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMP Kabupaten Jember terus mendorong penguatan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertema “Penguatan Peran Pengawas dalam Mendukung Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Perencanaan Berbasis Data Rapor Pendidikan Tahun 2026”, yang digelar secara daring melalui Google Meet, Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas pengawas SMP agar semakin mampu menjalankan perannya dalam mendampingi satuan pendidikan. Sejumlah materi yang menjadi fokus pembahasan meliputi analisis Rapor Pendidikan, identifikasi akar masalah, penyusunan perencanaan berbasis data, pengawalan siklus SPMI, serta mendorong budaya refleksi di lingkungan sekolah.

Penguatan peran pengawas menjadi penting karena pengawas tidak hanya berfungsi melakukan pemantauan, tetapi juga menjadi pendamping strategis bagi sekolah dalam melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan. Pemanfaatan Rapor Pendidikan diharapkan mampu membantu sekolah melihat kondisi secara lebih objektif sehingga program yang disusun benar-benar berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, S.E., M.M., yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya pengawas untuk mampu menerjemahkan data menjadi langkah nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Pengawas harus menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan. Data dalam Rapor Pendidikan jangan hanya dibaca sebagai angka, tetapi harus dianalisis untuk menemukan akar persoalan dan kemudian diterjemahkan menjadi program perbaikan yang terukur,” ujar Arief.

Menurutnya, perencanaan berbasis data merupakan bagian penting dalam membangun sekolah yang memiliki budaya mutu. Dengan pendampingan pengawas yang kuat, sekolah diharapkan tidak sekadar menyusun program berdasarkan kebiasaan, tetapi mampu menentukan prioritas berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi.

“Ketika perencanaan dilakukan berdasarkan data, sekolah akan lebih mudah menentukan prioritas. Inilah yang kemudian harus dikawal melalui SPMI agar proses peningkatan mutu berjalan secara konsisten dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ridhoi, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas pengawas harus berjalan seiring dengan perubahan kebutuhan pendidikan. Pengawas dituntut mampu memberikan pendampingan yang konkret kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik.

“Pengawas harus hadir sebagai mitra sekolah. Tidak hanya melihat kekurangan, tetapi membantu sekolah menemukan solusi, menyusun perencanaan, melaksanakan program, kemudian melakukan refleksi terhadap hasilnya,” kata Ridhoi.

Ia menambahkan, budaya refleksi perlu terus dibangun agar setiap program pendidikan dapat dievaluasi secara berkala. Dengan demikian, sekolah memiliki kebiasaan untuk melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih perlu diperbaiki, serta langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Kegiatan MKPS tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Mukharis Junizal, S.Pd., M.Kes., Wali Wilayah Jember BBPMP Jawa Timur; Dr. Mariyatul Qibtiyah, M.Pd., Fasda SPMI Pengawas SMP; Jatim Kristina MU, S.Pd., Tim Pokja SPMI Akademi KS; serta Tutik Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd., PIC Digitalisasi Pengawas SMP.

Melalui kegiatan ini, pengawas diharapkan semakin siap mendampingi sekolah dalam mengidentifikasi persoalan, menyusun perencanaan berbasis data, mengawal implementasi SPMI, hingga membangun budaya refleksi.

Penguatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah di Kabupaten Jember. Dengan kolaborasi antara Dinas Pendidikan, pengawas, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah, pemanfaatan Rapor Pendidikan 2026 diharapkan tidak berhenti pada pemetaan kondisi, tetapi menjadi dasar untuk menghadirkan berbagai program perbaikan yang berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen dunia pendidikan Jember untuk membangun sekolah yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman, berbasis data, memiliki budaya mutu, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik. (HZ)

Galeri Foto