logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Perkuat Ketahanan Wilayah, Pemerintah Kecamatan Panti Akselerasi Pengaktifan kembali Destana

  • 24 Mei 2026
  • Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
perkuat-ketahanan-wilayah-pemerintah-kecamatan-panti-akselerasi-pengaktifan-kembali-destana-20260525

Perkuat Ketahanan Wilayah, Pemerintah Kecamatan Panti Akselerasi Pengaktifan kembali Destana

JEMBER, 24 MEI 2026 - Menyadari posisi geografisnya yang berada di zona rawan bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kecamatan Panti menunjukkan langkah proaktif dengan menghadiri rapat koordinasi dan sosialisasi percepatan pembentukan serta pengaktifan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana).

Pertemuan strategis yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember ini menjadi momentum krusial bagi transformasi paradigma penanggulangan bencana dari responsif menjadi preventif di tingkat akar rumput.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kecamatan Panti dalam rapat ini bukan sekadar memenuhi undangan administratif, melainkan bentuk komitmen nyata terhadap perlindungan warga.

Wilayah Panti, yang secara topografi berbatasan langsung dengan kawasan lereng pegunungan, memiliki risiko tinggi terhadap ancaman banjir bandang dan tanah longsor. Oleh karena itu, keberadaan Destana dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan.

Camat Panti Hendra Kusma S.Sos M.M, dalam interaksinya selama rapat, menekankan bahwa ketangguhan sebuah wilayah tidak hanya diukur dari kecanggihan alat deteksi dini, tetapi dari seberapa siap masyarakatnya dalam mengorganisir diri saat keadaan darurat terjadi.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan dari pusat kabupaten yang mungkin terkendala akses saat bencana. Desa harus menjadi garda terdepan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan struktur yang jelas dalam mitigasi," tegasnya.

BPBD juga mengingatkan bahwa percepatan ini sangat krusial mengingat anomali cuaca yang sulit diprediksi. Dengan adanya Destana yang aktif, setiap desa diharapkan mampu menyusun dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Rencana Kontinjensi yang aplikatif.

Salah satu tantangan terbesar yang dibahas dalam rapat tersebut adalah cara mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap tanda-tanda alam.

Pemerintah Kecamatan Panti berkomitmen untuk mengawal sosialisasi ini hingga ke tingkat dusun dan RT/RW. Tujuannya adalah menciptakan budaya sadar bencana di mana setiap individu memahami risiko di lingkungannya dan tahu apa yang harus dilakukan tanpa harus menunggu komando yang lama.

"Destanaadalah instrumen untuk memanusiakan manusia dalam situasi sulit. Dengan organisasi yang rapi, kita bisa meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda melalui tindakan yang terukur dan cepat," tambah Edy Budi Susilo, Kepala BPBD Jember.

Sebagai hasil dari pertemuan ini, Pemerintah Kecamatan Panti akan segera menginstruksikan para Kepala Desa untuk melakukan inventarisasi relawan dan menyusun jadwal pembentukan pengurus Destana bagi desa yang belum memilikinya.

Sinergi ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil nyata sebelum memasuki puncak musim penghujan, sehingga Kecamatan Panti benar-benar siap menjadi wilayah yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan alam. (jha)

Galeri Foto