PKK Ledokombo Gaungkan Gerakan Lekas, Sampah Disulap Jadi Aksi Sosial dan Bernilai Ekonomi
- 11 Juni 2026
- Dibaca 86 Kali
Bagikan Via:
PKK Ledokombo Gaungkan Gerakan Lekas, Sampah Disulap Jadi Aksi Sosial dan Bernilai Ekonomi
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Ledokombo menggencarkan Gerakan Lekas (Ledokombo Sedekah Sampah) sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus mengubahnya menjadi sumber manfaat sosial dan ekonomi.
Program tersebut menjadi fokus utama dalam Pertemuan Rutin PKK Kecamatan Ledokombo yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Ledokombo, Kamis 11 Juni 2026. Kegiatan yang dihadiri kader PKK dari seluruh desa se-Kecamatan Ledokombo itu berlangsung penuh antusias dan menitikberatkan pada penguatan peran keluarga dalam pengelolaan lingkungan.
Ketua TP PKK Kecamatan Ledokombo, Sultanah Zahariah, S.Keb., M.Si., mengatakan persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah sederhana. Meningkatnya aktivitas rumah tangga setiap hari, kata dia, turut mendorong bertambahnya volume sampah yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.
Karena itu, TP PKK Ledokombo memperkenalkan Gerakan Lekas sebagai inovasi sosial yang mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Melalui program tersebut, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai didorong untuk dipilah dan dimanfaatkan sehingga memiliki dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.
"Melalui program Lekas, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan benar. Sedekah sampah adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wujud gotong royong untuk membantu sesama," ujar Sultanah.
Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat mulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif.
"Kader PKK memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Apa yang kita lakukan hari ini harus bisa ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Jika setiap rumah tangga mampu memilah sampah sejak dari rumah, maka kita telah berkontribusi besar dalam menjaga kebersihan lingkungan," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai konsep dan mekanisme pelaksanaan Gerakan Lekas, termasuk strategi penerapannya di tingkat desa dan kelompok PKK. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari kader yang telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah secara mandiri di wilayah masing-masing.
Salah satu agenda utama adalah edukasi pemilahan sampah. Para peserta dibekali pengetahuan mengenai cara memilah sampah organik, anorganik, dan residu sesuai karakteristiknya agar proses pengolahan maupun daur ulang dapat berjalan lebih optimal.
Kader PKK juga diperkenalkan pada berbagai bentuk pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dikumpulkan dan disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
Selain memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan sampah yang baik juga dinilai berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih dapat menekan risiko munculnya berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti demam berdarah dan diare.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah kader menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan Gerakan Lekas di desa masing-masing dan menjadikannya sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan.
Menutup kegiatan, Sultanah kembali menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menyukseskan program tersebut. Ia berharap kader PKK dapat menjadi motor penggerak yang mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
"Program ini tidak akan berhasil jika hanya dijalankan oleh segelintir orang. Diperlukan kebersamaan, kepedulian, dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama, kita dapat menciptakan perubahan besar bagi Ledokombo," pungkasnya. (yus)