Program Bunga Desaku, Bupati Jember Yakinkan Pemerintah Hadir Lebih Dekat dengan Warga
- 11 April 2026
- Dibaca 384 Kali
Bagikan Via:
Program Bunga Desaku, Bupati Jember Yakinkan Pemerintah Hadir Lebih Dekat dengan Warga
JEMBER, 11 APRIL 2026 - Program unggulan Bupati Jember “Ngantor di Desa dan Kelurahan” atau Bunga Desaku menjadi sarana Pemerintah Kabupaten Jember untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menjembatani berbagai kebutuhan warga hingga ke pelosok desa.
Program ini tidak sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap warga memperoleh hak dasar, khususnya di sektor kesehatan.
Hal tersebut disampaikan dalam diskusi panel Live Wadul Gus’e bertajuk “Gus Bupati Menjawab: Dampak Bunga Desaku, Mlinjo Cinta, Reaktivasi Bandara, dan Kemiskinan”, Jumat 10 April 2026.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyoroti keberhasilan penerapan sistem Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.
“Program Bunga Desaku adalah wujud nyata upaya kami menghilangkan sekat antara pemerintah dan rakyat. Kami ingin memastikan seluruh warga, terutama masyarakat kurang mampu, memiliki akses kesehatan yang layak dan gratis melalui BPJS Kesehatan yang berlaku di seluruh rumah sakit di Indonesia,” ujar Gus Fawait, panggilan akrabnya.
Melalui pelibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), berbagai masukan dari masyarakat di tingkat desa dikumpulkan dan diintegrasikan ke dalam perencanaan APBD maupun perubahan APBD.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan kebijakan pemerintah daerah benar-benar berbasis kebutuhan faktual masyarakat di lapangan.
Selain pelayanan kesehatan, program ini juga memberikan dampak multidimensi. Pemerintah daerah dapat memantau stabilitas harga kebutuhan pokok melalui interaksi langsung dengan pelaku UMKM dan masyarakat. Di sisi lain, pemberian apresiasi dan suvenir kepada warga menjadi bentuk dukungan terhadap produk lokal yang berkontribusi pada perputaran ekonomi daerah.
“Program ini juga mendorong terbentuknya budaya birokrasi yang responsif, di mana pemerintah hadir langsung untuk mendengar keluhan masyarakat tanpa prosedur yang berbelit,” kata Gus Fawait.
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus menjadi pelayan publik yang proaktif.
Gus Fawait berharap Bunga Desaku terus menjadi motor penggerak pembangunan di Kabupaten Jember, sehingga kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat dapat diminimalkan.
“Kami hadir untuk melayani. Setiap aspirasi yang masuk hari ini adalah bahan baku pembangunan Jember yang lebih baik, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (psn)