Program Jember Cinta Kesehatan Jadi Bagian Penguatan Layanan Kesehatan Daerah
- 18 Agustus 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Program Jember Cinta Kesehatan Jadi Bagian Penguatan Layanan Kesehatan Daerah
JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan gerakan "Jember Cinta Kesehatan" sebagai bagian integral dari strategi besar penguatan dan kesinambungan layanan kesehatan masyarakat. Program ini hadir bukan sekadar agenda teknis bakti sosial biasa, melainkan simpul penguat yang menyinergikan berbagai program unggulan kesehatan daerah.
Langkah strategis ini mencakup 18 indikator layanan intervensi kesehatan, mulai dari bantuan operasi, pemberian alat bantu dengar, hingga penyediaan protesa bagi warga yang membutuhkan. Dari target sebesar 10.000 sasaran penerima manfaat, gerakan ini tercatat telah menjangkau lebih dari 4.000 warga Jember.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menjelaskan bahwa keberadaan gerakan ini menjadi landasan penting dalam memperkuat jaringan pelayanan kesehatan.
"Perlu masyarakat Jember ketahui bahwa Jember Cinta Kesehatan ini merupakan rangkaian dari program Gus Bupati. Ada kegiatan-kegiatan strategis seperti UHC, Homecare, dan Gerakan 1.200 Nakes yang nantinya diharapkan dapat saling melengkapi untuk melayani kesehatan masyarakat Jember secara berkelanjutan," ujar Rita Wahyuningsih, Selasa 18 Agustus 2026.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyoroti hambatan mendasar yang kerap dialami masyarakat kurang mampu dalam mengakses fasilitas medis. Menurutnya, masalah kemiskinan sering kali membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, khususnya pelayanan kesehatan.
"Maka mulai 1 April 2025, seluruh warga Jember yang ber-KTP Jember sudah bisa berobat gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Indonesia," tegas Gus Fawait.
Lebih lanjut, Gus Fawait menambahkan bahwa jaminan pengobatan gratis saja tidak cukup untuk masyarakat miskin ekstrem yang terkendala biaya transportasi ke rumah sakit atau puskesmas. Oleh karena itu, Pemkab Jember menghadirkan inovasi program Homecare.
"Ketika kita amati, sudah kita gratiskan, tetapi ada beberapa golongan termasuk masyarakat miskin ekstrem yang masih belum bisa menikmati pengobatan gratis bukan karena ditarik biaya, tapi karena kesulitan berangkat ke sana. Maka Pemkab Jember meluncurkan program Homecare. Kalau keluarga mampu mempunyai dokter keluarga, Jember sedang bercita-cita dan mulai merintis agar masyarakat yang tidak mampu juga bisa punya dokter pribadi," pungkasnya. (ken)