logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Program Sajadah, DinkesPPKB Jember Perkuat Pendampingan Pesantren Sehat

  • 20 Agustus 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
program-sajadah-dinkesppkb-jember-perkuat-pendampingan-pesantren-sehat-20260820

Program Sajadah, DinkesPPKB Jember Perkuat Pendampingan Pesantren Sehat

JEMBER, 20 AGUSTUS 2026 – Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember mulai memperkuat pendampingan kesehatan di lingkungan pondok pesantren melalui program Sajadah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang sehat sekaligus meningkatkan pemahaman pengurus dan santri mengenai kesehatan.

Program Sajadah diperkenalkan dalam kegiatan Orientasi Pesantren Sehat yang digelar di Aula Timur Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu 19 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti Kepala DinkesPPKB Jember, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DinkesPPKB, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), tenaga promosi kesehatan dari tiga puskesmas, pengurus perwakilan pondok pesantren, serta perwakilan santri.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DinkesPPKB Jember, dr. Gini, mengatakan program Sajadah merupakan program pendampingan pesantren yang selaras dengan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Program pendampingan pesantren yang disebut dengan Sajadah ini merupakan program yang selaras dengan dari provinsi. Kita mendapat tiga pondok pesantren untuk dilakukan pendampingan. Oleh karena itu, kita akan mulai pendampingan dari bulan Agustus ini dan dimulai dengan pengenalan dan juga pembekalan materi yang harus disampaikan,” ujar dr. Gini.

Tiga pondok pesantren yang menjadi sasaran pendampingan tersebut yakni Pondok Pesantren Nurul Chotib Jombang, Pondok Pesantren Nurul Inaroh Bangsalsari, dan Pondok Pesantren Daruh Hidayah Sukorejo.

Dalam tahap awal, pengurus pesantren dan perwakilan santri mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek kesehatan. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan lingkungan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sanitasi, gizi santri, kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kesehatan mental, serta berbagai aspek kesehatan lainnya.

Menurut dr. Gini, pengenalan dan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum pendampingan dilakukan secara langsung di masing-masing pesantren. Dengan bekal tersebut, pengurus dan santri diharapkan memahami materi kesehatan yang nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tenaga promosi kesehatan dari tiga puskesmas juga dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Keterlibatan puskesmas diharapkan dapat memperkuat pendampingan dan edukasi kesehatan di lingkungan pesantren.

Melalui program Sajadah, DinkesPPKB Jember mendorong pesantren agar mampu membangun lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan. Program ini juga diharapkan memperkuat peran pesantren dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.(fam)

Galeri Foto