Rakor Kebencanaan Wuluhan, Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Musim Hujan
- 08 Oktober 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Rakor Kebencanaan Wuluhan, Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Musim Hujan
JEMBER, 08 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Wuluhan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana menjelang musim hujan. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan Kecamatan Wuluhan yang digelar Rabu, 07 Oktober 2026 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Rakor dihadiri Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., Sekretaris Camat Wuluhan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Wuluhan, Ketua Kencana Kecamatan Wuluhan, serta anggota Kencana Kecamatan Wuluhan.
Dalam rakor tersebut, anggota Kencana diminta kembali aktif dalam menjalankan perannya. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di tengah perubahan kondisi cuaca dan potensi bencana yang dapat terjadi selama musim hujan.
Camat Wuluhan Hanifah mengatakan, kesiapsiagaan perlu dibangun melalui koordinasi dan keterlibatan aktif seluruh anggota.
“Menjelang musim hujan, anggota Kencana perlu lebih aktif dan meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi harus diperkuat agar ketika terjadi kondisi kebencanaan, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan terarah,” kata Hanifah.
Selain penguatan keaktifan anggota, rakor membahas pembaruan Surat Keputusan (SK) Kencana Wuluhan. Pembaruan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan struktur dan keanggotaan Kencana dalam mendukung koordinasi kebencanaan di wilayah Kecamatan Wuluhan.
Dalam pembahasan keanggotaan, pengusulan dan penambahan anggota Kencana juga tetap terbuka. Tidak ada batasan jumlah anggota selama orang yang diusulkan bersedia dan aktif mengikuti kegiatan kebencanaan.
Kesiapsiagaan juga didorong hingga tingkat desa. Setiap desa di Kecamatan Wuluhan diharapkan memiliki Desa Tangguh Bencana (Destana) yang aktif. Keberadaan Destana diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi kebencanaan di wilayah masing-masing.
“Setiap desa diharapkan memiliki Destana yang aktif. Kesiapsiagaan perlu dibangun mulai dari tingkat desa sehingga koordinasi dengan kecamatan dapat berjalan ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan,” ujar Hanifah.
Selain membahas persiapan menghadapi musim hujan, rakor turut mencatat kondisi kekeringan di Desa Glundengan. Sejumlah sumur warga dilaporkan tidak mengeluarkan sumber air. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan air bersih masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Ketua Kencana Kecamatan Wuluhan akan berkonsultasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terkait kemungkinan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa koordinasi kebencanaan di Kecamatan Wuluhan tidak hanya diarahkan untuk menghadapi potensi bencana pada musim hujan. Kondisi kekeringan yang masih terjadi di salah satu desa juga menjadi bagian dari penanganan yang perlu dikoordinasikan sesuai kondisi di lapangan.
Melalui rakor tersebut, Kecamatan Wuluhan mendorong penguatan peran Kencana dan Destana sebagai bagian dari kesiapsiagaan kebencanaan. Keaktifan anggota, penataan kelembagaan, serta koordinasi penanganan kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam pelaksanaan kebencanaan di tingkat kecamatan dan desa. (riz)