logo ppid jember kim
Oleh : RSD. Kalisat

Rangkaian Magang KOPI MANIS Batch 1 di RSD Kalisat Memasuki Tahap Presentasi Kasus

  • 18 Juli 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
rangkaian-magang-kopi-manis-batch-1-di-rsd-kalisat-memasuki-tahap-presentasi-kasus-20260719

Rangkaian Magang KOPI MANIS Batch 1 di RSD Kalisat Memasuki Tahap Presentasi Kasus

Rumah Sakit Daerah Kalisat telah melaksanakan agenda Presentasi Kasus Magang KOPI MANIS (Kolaborasi Penurunan AKI AKB Melalui Magang Klinis) batch 1 pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan di Ruang Aula RSD Kalisat. Acara ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan Frits Yogyantomo, S.Kep. Ners., selaku Ketua bersama Suryandari, S.Tr.Keb., Bdn., selaku Sekretaris, dengan dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari unsur Kepala Bidang Pelayanan, Kasie Umpeg, perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), BKPSDM, Polkesma, serta para tenaga kesehatan terkait.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSD Kalisat, Frits Yogyantomo, S.Kep. Ners., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan program KOPI MANIS. Beliau menekankan pentingnya evaluasi demi peningkatan mutu rumah sakit. Semua sama-sama belajar untuk kemajuan Jember, khususnya dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), di mana targetnya adalah zero kematian ibu. Semoga program KOPI MANIS memberikan pencerahan dan pengalaman baru, sehingga tidak ada lagi keraguan untuk melakukan rujukan ke RSD Kalisat. Ilmu yang didapat di RSD Kalisat juga diharapkan bisa ditularkan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)," ujarnya, sembari berterima kasih kepada BKPSDM yang telah memfasilitasi lahan magang.

Apresiasi senada disampaikan oleh Kaprodi Kebidanan Kemenkes Malang (Polkesma), Susilowati. Ia berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga para peserta bisa mempelajari ilmu klinis langsung di lapangan. "Semoga acara seperti ini berkelanjutan demi meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam hal Maternal Neonatal (Matneo) agar AKI, AKB, dan stunting di Jember bisa ditekan," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan dari BKPSDM menyatakan komitmennya untuk mengembangkan program ini ke depan. "Kami akan menyusun acara yang mencakup lini yang lebih luas agar kerja sama dan koordinasi demi kemajuan 'Jember Baru, Jember Maju' dapat terus berjalan," jelasnya.

Presentasi Kasus Klinis: Mengupas Superimposed Preeklamsia. Inti dari kegiatan ini adalah pemaparan studi kasus yang dipandu oleh Bidan Vany sebagai moderator. Materi presentasi dibawakan oleh dr. Dilli dalam bentuk PPT. Pemaparan tersebut langsung memicu diskusi klinis yang dinamis. Beberapa poin teknis medis yang dibahas secara intensif mengenai ketepatan diagnosa dan tatalaksana dengan penanganan terbaik.

Di akhir sesi diskusi, pihak BKPSDM menyampaikan bahwa metode pembelajaran berbasis studi kasus ini sangat efektif. Mereka mengusulkan agar pada gelombang magang selanjutnya, keterlibatan Puskesmas (PKM) lain di Jember diperluas secara masif. Hal ini penting agar transfer ilmu mengenai kesehatan Maternal Neonatal dapat menyasar seluruh tenaga kesehatan terkait di wilayah Jember. Acara penutupan Magang KOPI MANIS batch 1 ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan ditutup secara resmi bersama-sama sebagai tanda syukur atas kelancaran program.

Galeri Foto