Rayakan Kupatan Bersama ASN dan Warga, Bupati Jember: Bagian Melestarikan Budaya dan Tradisi Leluhur
- 25 Maret 2026
- Dibaca 275 Kali
Bagikan Via:
Rayakan Kupatan Bersama ASN dan Warga, Bupati Jember: Bagian Melestarikan Budaya dan Tradisi Leluhur
JEMBER, 25 MARET 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Halalbihalal dengan tradisi kupatan pada hari pertama masuk kerja usai libur Idulfitri 1447 Hijriah, Rabu 25 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Pendopo Wahyawibawa Graha dan dihadiri jajaran Forkopimda Plus, kepala OPD, camat, lurah, ASN, hingga masyarakat.
Acara digelar sederhana namun khidmat. Sejumlah ulama turut memberikan mauidhoh hasanah atau siraman rohani, di antaranya KH Badrus Sodiq, Habib Hadi, dan Nyai R.A. Hj. Elmi Mufidah Muzakki.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E, M.Sc, mengatakan, tradisi kupatan sengaja dipilih sebagai pengganti open house tahun ini. Ia menilai kupatan merupakan warisan budaya leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Pada kesempatan ini kami tidak menggelar open house, melainkan kupatan sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya yang telah diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Fawait menjelaskan, kupatan memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam tradisi Jawa, kupatan dimaknai sebagai “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan, yang sejalan dengan semangat saling memaafkan saat Idulfitri.
Selain itu, kupatan juga mengandung empat nilai utama, yakni lebaran, leburan, luberan, dan laporan. Lebaran dimaknai sebagai perayaan kemenangan bersama, leburan sebagai proses melebur dosa, luberan sebagai ajakan berbagi dan bersedekah, serta laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan.
“Melalui kupatan, kita diajak mempererat kebersamaan, menghilangkan iri dan permusuhan, saling memaafkan, berbagi kepada sesama, hingga pada akhirnya menjadi bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah SWT,” kata dia.
Momen kupatan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antarpegawai pemerintah daerah dengan masyarakat. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi secara langsung maupun sekadar bersilaturahmi dengan pejabat daerah.
Selain itu, suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa, seiring warga dan ASN menikmati hidangan kupat serta saling berbagi cerita pengalaman selama libur Idulfitri. Tradisi ini dianggap tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menumbuhkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.