logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Rembuk Stunting Desa Ledokombo Jadi Langkah Strategis Susun RKP Desa 2027

  • 02 Oktober 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
rembuk-stunting-desa-ledokombo-jadi-langkah-strategis-susun-rkp-desa-2027-20261002

Rembuk Stunting Desa Ledokombo Jadi Langkah Strategis Susun RKP Desa 2027

JEMBER, 02 OKTOBER 2026 — Pemerintah Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, menggelar kegiatan Rembuk Stunting dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027, Jumat 02 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Ledokombo tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat perencanaan pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Rembuk Stunting merupakan forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah desa, lembaga desa, tokoh masyarakat serta kader kesehatan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga. Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang tepat sasaran dan dapat diintegrasikan ke dalam RKP Desa Ledokombo Tahun 2027.

Kegiatan dihadiri Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP, Kepala Desa Ledokombo Ipung Wahyudi, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ledokombo, tokoh masyarakat Desa Ledokombo, serta kader Posyandu Desa Ledokombo.

Dalam sambutannya, Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP, menekankan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui sektor kesehatan. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kader Posyandu, keluarga, tokoh masyarakat hingga seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Rembuk Stunting harus menjadi ruang bersama untuk melihat kondisi riil masyarakat dan menentukan langkah intervensi yang benar-benar dibutuhkan. Perencanaan pembangunan desa, kata Roni, harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat yang nyata.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga dan dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah desa bersama kader Posyandu harus terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, pemeriksaan kehamilan serta pemantauan tumbuh kembang anak,” demikian pokok arahan Camat Ledokombo dalam sambutannya.

Roni juga mengajak seluruh peserta rembuk untuk tidak memandang stunting hanya sebagai persoalan angka atau data. Di balik setiap data terdapat kondisi keluarga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah desa dengan masyarakat agar berbagai potensi risiko dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan penanganan.

“Yang terpenting adalah bagaimana hasil rembuk ini nantinya benar-benar masuk dalam perencanaan pembangunan Desa Ledokombo Tahun 2027. Jangan sampai kegiatan hanya berhenti pada forum, tetapi harus ada tindak lanjut dan program yang terukur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ledokombo Ipung Wahyudi menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Ledokombo berkomitmen menjadikan aspek kesehatan masyarakat sebagai salah satu perhatian dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ipung menjelaskan, keberadaan kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Kader menjadi salah satu ujung tombak dalam melakukan pemantauan kondisi kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.

“Pemerintah Desa Ledokombo akan berupaya menindaklanjuti hasil Rembuk Stunting ini melalui perencanaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita ingin pembangunan desa tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan warga,” ungkap Ipung dalam sambutannya.

Ia juga mengajak BPD, tokoh masyarakat, kader Posyandu dan seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama memberikan masukan dalam penyusunan RKP Desa. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar kebijakan dan program yang direncanakan benar-benar menjawab persoalan yang ada di lapangan.

Dalam forum tersebut, pembahasan Rembuk Stunting diarahkan untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini, terutama melalui perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, peningkatan kesadaran keluarga terhadap pola asuh serta penguatan peran Posyandu.

Keterlibatan kader Posyandu menjadi salah satu unsur penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Informasi dan temuan yang diperoleh kader di lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas program desa.

Selain itu, keberadaan BPD dan tokoh masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjalankan program-program kesehatan. Dengan kolaborasi tersebut, upaya pencegahan stunting diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa maupun kader kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.

Rembuk Stunting Desa Ledokombo juga menegaskan bahwa penyusunan RKP Desa Tahun 2027 perlu dilakukan secara partisipatif, berbasis kebutuhan dan mempertimbangkan persoalan prioritas yang dihadapi masyarakat. Hasil pembahasan diharapkan menjadi salah satu bahan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Desa Ledokombo pada tahun mendatang.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Desa Ledokombo berharap seluruh unsur yang terlibat dapat memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam mencegah stunting. Upaya tersebut perlu dilakukan secara konsisten karena kualitas kesehatan anak pada masa sekarang merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia desa di masa depan.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat dan kader Posyandu, Rembuk Stunting diharapkan tidak berhenti sebagai agenda perencanaan, tetapi mampu melahirkan langkah nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Penyusunan RKP Desa Ledokombo Tahun 2027 pun diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sektor kesehatan, sehingga pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, tumbuh optimal dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.(yus)

Galeri Foto