Respons Keluhan Warga Tanggul Soal Gas Langka, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar
- 22 April 2026
- Dibaca 224 Kali
Bagikan Via:
Respons Keluhan Warga Tanggul Soal Gas Langka, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar
JEMBER, 22 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat merespons keluhan warga terkait kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Bersinergi dengan PT Pertamina (Persero), operasi pasar murah digelar serentak di tiga kecamatan, yakni Sumberbaru, Tanggul, dan Bangsalsari, Rabu (22/4).
Program ini dirancang sebagai langkah intervensi pasar untuk menstabilkan harga sekaligus memastikan ketersediaan LPG subsidi bagi masyarakat. Pemkab Jember juga memastikan operasi serupa akan digelar secara maraton di seluruh kecamatan.
Pantauan di Kantor Kecamatan Tanggul sejak pukul 08.30 WIB, ratusan warga telah memadati lokasi untuk mendapatkan LPG 3 kg. Mereka membawa tabung kosong serta KTP atau KK sebagai syarat pembelian.
Melati, warga Desa Manggisan, mengaku sengaja datang setelah mendengar informasi adanya operasi pasar. Ia menyebut kelangkaan LPG di tingkat pengecer sudah cukup lama terjadi.
“Di warung-warung sudah langka. Kalau ada pun harganya mahal, bisa sampai Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Harsono, warga Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul. Ia bahkan terpaksa beralih menggunakan kayu bakar karena kesulitan mendapatkan gas.
“Saya sampai cari ke desa tetangga tetap sulit. Kalau ada, harganya jauh di atas HET,” katanya.
Sementara itu, Aminah (45), warga Dusun Teko’an, Desa Tanggul Kulon, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut.
“Kemarin susah sekali, mau beli mahal pun tidak ada barangnya. Alhamdulillah hari ini bisa dapat dengan harga murah,” ucapnya.
Dalam operasi pasar ini, warga dapat menebus LPG 3 kg dengan harga Rp18.000 per tabung atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga di tingkat pengecer yang sempat melonjak.
Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, S.Sos., mengatakan program ini merupakan inisiatif langsung dari Bupati Jember yang ditujukan untuk melindungi masyarakat kurang mampu, pelaku usaha mikro, petani, dan nelayan.
“Program ini membawa misi stabilisasi. Hari ini di Kecamatan Tanggul dialokasikan 300 tabung dengan harga sesuai HET, yakni Rp18.000. Syaratnya cukup membawa KTP atau KK sebagai bagian dari pendataan pangkalan resmi,” ujar Fariqul.
Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir praktik kecurangan oleh pangkalan LPG. Sanksi tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar aturan distribusi.
“Jika ada pangkalan yang menjual di atas HET atau menimbun stok, sanksinya tegas, termasuk pemutusan hubungan kerja. Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat, bukan memberi ruang bagi spekulan,” tegasnya.
Melalui operasi pasar ini, Pemkab Jember optimistis distribusi LPG 3 kg dapat kembali normal dalam waktu dekat, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan. (psn)