Safari Ramadan di Kalisat, Bupati Jember Dorong Sinergi Posyandu dan Tenaga Kesehatan Tangani Stunting
- 10 Maret 2026
- Dibaca 176 Kali
Bagikan Via:
Safari Ramadan di Kalisat, Bupati Jember Dorong Sinergi Posyandu dan Tenaga Kesehatan Tangani Stunting
JEMBER, 10 MARET 2026 - Bupati Jember, Muhammad Fawait, memanfaatkan rangkaian Safari Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat upaya penanganan persoalan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya di Balai Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Senin 09 Maret 2026.
Di hadapan para kader Posyandu, ia menegaskan pentingnya sinergi antara kader kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) Stunting, serta tenaga medis di tingkat kecamatan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menekan berbagai persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan di Jember.
Bupati muda yang karib disapa Gus Fawait ini menyoroti masih tingginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta kasus stunting yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Ia meminta seluruh unsur di tingkat desa dan kecamatan aktif melakukan pendataan secara akurat serta memastikan program intervensi kesehatan dapat berjalan tepat sasaran.
Menurutnya, Satgas Stunting yang telah dibentuk di setiap kecamatan harus bekerja secara optimal di lapangan. Koordinasi kegiatan, lanjutnya, perlu dipimpin langsung oleh camat bersama kepala puskesmas agar penanganan stunting dapat dilakukan secara terarah.
Ia juga menegaskan bahwa anak-anak yang terindikasi stunting harus mendapatkan pemeriksaan medis secara menyeluruh di puskesmas. Penanganan kasus tersebut harus melibatkan tenaga ahli agar metode pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi anak.
“Anak yang terindikasi stunting harus diperiksa bersama di puskesmas. Penanganannya tidak bisa sembarangan karena dokter spesialis anak yang akan menentukan metode pengobatan dan treatment yang tepat,” ujarnya.
Selain persoalan stunting, Gus Fawait juga menyoroti pentingnya pemantauan kesehatan bagi ibu hamil untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi. Ia meminta seluruh ibu hamil didata serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin di puskesmas.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan untuk mengetahui apakah terdapat potensi risiko tinggi saat persalinan. Apabila ditemukan indikasi risiko, maka proses persalinan diwajibkan dilakukan di rumah sakit guna menjamin keselamatan ibu dan bayi.
“Jika sudah diketahui berisiko tinggi, maka harus dikawal hingga proses persalinan dilakukan di rumah sakit. Langkah ini penting untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai program Universal Health Coverage (UHC) yang telah diterapkan di Kabupaten Jember. Melalui program ini, masyarakat yang memiliki KTP Jember dapat memperoleh layanan kesehatan gratis di rumah sakit milik pemerintah daerah.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak warga yang belum mengetahui adanya fasilitas tersebut. Karena itu, ia meminta para kader Posyandu ikut berperan aktif menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
“Sekarang warga yang memiliki KTP Jember bisa berobat gratis di rumah sakit, termasuk untuk persalinan. Ini merupakan program prioritas pemerintah daerah agar seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya. (jh8)