logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Saksi Bisu Transformasi Pasar Tanjung, Kisah Keteguhan Nenek Juhairiyah di Jantung Ekonomi Jember

  • 27 Maret 2026
  • Dibaca 199 Kali
Bagikan Via:
saksi-bisu-transformasi-pasar-tanjung-kisah-keteguhan-nenek-juhairiyah-di-jantung-ekonomi-jember-20260329

Saksi Bisu Transformasi Pasar Tanjung, Kisah Keteguhan Nenek Juhairiyah di Jantung Ekonomi Jember

JEMBER, 27 MARET 2026 - Di bawah naungan atap legendaris Pasar Tanjung, saat fajar baru saja menyingsing sekitar pukul 04.30 WIB, Nenek Juhairiyah sudah sibuk menata dagangannya.

Jemari rentanya dengan cekatan menyusun cabai merah, bawang, dan kentang di atas lincak kayu yang telah menemaninya selama lebih dari dua dekade.

Bagi Juhairiyah, Pasar Tanjung bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjalanan hidup dan perjuangannya menyekolahkan ketiga buah hatinya hingga tuntas.

"Alhamdulillah, hasil jualan di sini bisa menyekolahkan anak-anak sampai lulus. Itu kesyukuran luar biasa bagi saya," ungkapnya dengan senyum tulus di sela aktivitas melayani pembeli, Jumat 27 Marer 2026.

Selama 20 tahun perjuangannya sebagai pedagang sayur dan rempah, Juhairiyah telah melewati berbagai zaman. Ia adalah saksi hidup bagaimana pasar tradisional terbesar di Jember ini bertransformasi.

Dari era penataan los basah dan kering yang lebih teratur, hingga modernisasi kawasan pedagang di area atas dan bawah pasar. Perubahan ini tak lepas dari tangan dingin Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag).

Diskopumdag Jember terus berkomitmen menjaga eksistensi pedagang kecil seperti Nenek Juhairiyah di tengah gempuran ritel modern.

Upaya ini diwujudkan melalui penataan kawasan pasar yang lebih representatif guna memastikan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pengunjung.

Pasar Tanjung kini tidak lagi sekadar tempat transaksi, namun menjadi pusat ekonomi kerakyatan yang tertata dan humanis.

Tak hanya soal infrastruktur, kehadiran Diskopumdag juga dirasakan langsung melalui stabilitas pasokan. Melalui berbagai program operasi pasar, dinas memastikan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, telur, hingga gula tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Langkah strategis ini sangat membantu pedagang kecil untuk mendapatkan stok dagangan yang kompetitif, sehingga roda ekonomi akar rumput tetap berputar kencang.

Perjuangan Nenek Juhairiyah yang bertahan hingga pukul 12.00 siang setiap harinya adalah potret nyata ketangguhan UMKM lokal.

Di tengah perubahan zaman, sinergi antara semangat juang pedagang dan dukungan kebijakan dari Diskopumdag menjadi kunci utama agar Pasar Tanjung tetap menjadi jantung kehidupan bagi masyarakat Jember.

"Bagi saya, Pasar Tanjung ini sudah seperti rumah kedua. Selama badan ini masih kuat melangkah, saya akan tetap di sini. Saya hanya ingin anak-anak punya hidup yang lebih baik, dan alhamdulillah, pasar ini memberi jalan untuk itu," pungkas Nenek Juhairiyah. (hna)

Galeri Foto