Satu Langkah, Dua Misi Kesehatan, Puskesmas Lojejer Telusuri DBD dan Deteksi Dini Dugaan Kusta
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Satu Langkah, Dua Misi Kesehatan, Puskesmas Lojejer Telusuri DBD dan Deteksi Dini Dugaan Kusta
Tamansari – Kamis, 15 Oktober 2026, Petugas kesehatan Puskesmas Lojejer melaksanakan penyelidikan epidemiologi Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus pemeriksaan awal terhadap warga yang mengalami keluhan luka pada jari tangan dan kaki yang tidak kunjung sembuh di Dusun Kebonsari, Desa Tamansari. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Puskesmas Lojejer dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular serta melakukan deteksi dini guna mencegah komplikasi dan penularan di masyarakat.
Penyelidikan Epidemiologi DBD pada Anak Usia 11 Tahun
Kegiatan penyelidikan epidemiologi (PE) dilakukan setelah adanya laporan dari Klinik Madinah mengenai seorang pasien anak berusia 11 tahun asal Dusun Kebonsari, Desa Tamansari, yang menjalani rawat inap dengan diagnosis Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau demam berdarah dengue. Pasien diketahui mengalami penurunan hasil pemeriksaan darah, dengan jumlah trombosit di bawah 70.000 per mikroliter. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas penanggung jawab program pemberantasan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, PJ DBD puskesmas Lojejer melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan tempat tinggal pasien.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi kemungkinan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, mulai dari kamar mandi, pekarangan rumah, area belakang rumah, hingga wadah air minum burung peliharaan. Setiap lokasi yang berpotensi menjadi tempat penampungan air diperiksa untuk mengetahui ada atau tidaknya jentik nyamuk. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui potensi risiko penularan DBD di sekitar tempat tinggal pasien serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.
Deteksi Dini Keluhan yang Mengarah pada Penyakit Kusta
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menerima informasi dari kader kesehatan mengenai seorang warga yang mengalami luka pada jari tangan dan kaki yang tidak kunjung sembuh. Seiring waktu, kondisi jari-jari warga tersebut dilaporkan semakin mengecil.
Menindaklanjuti laporan kader, penanggung jawab program kusta melakukan pemeriksaan awal terhadap warga tersebut. Pemeriksaan meliputi tanda-tanda vital (TTV) dan kadar gula darah, dengan hasil yang dilaporkan dalam batas normal. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan fungsi sensorik menggunakan kapas untuk menilai ada tidaknya gangguan rasa raba atau mati rasa pada bercak kulit. Pemeriksaan saraf tepi di area siku, khususnya saraf ulnaris, juga dilakukan sebagai bagian dari penilaian awal terhadap kemungkinan penyakit kusta. Pemeriksaan tersebut penting karena penyakit kusta yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dapat menyerang kulit dan saraf tepi. Gangguan saraf yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani secara tepat berisiko menimbulkan luka berulang, gangguan fungsi anggota tubuh, hingga kecacatan.
Untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami warga, pemeriksaan laboratorium direncanakan sebagai tindak lanjut sesuai indikasi medis. Diagnosis kusta perlu ditegakkan melalui pemeriksaan klinis yang memadai dan, bila diperlukan, pemeriksaan penunjang. Melalui kegiatan penyelidikan epidemiologi DBD dan pemeriksaan awal terhadap warga dengan dugaan kusta ini, Puskesmas Lojejer menegaskan pentingnya respons cepat terhadap laporan fasilitas kesehatan maupun kader di lapangan. Masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air, serta melakukan upaya pencegahan gigitan nyamuk lainnya.
Selain itu, warga yang mengalami bercak kulit disertai mati rasa, luka yang tidak kunjung sembuh, atau perubahan pada jari tangan dan kaki diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mengurangi risiko kecacatan akibat penyakit kusta. Puskesmas Lojejer terus mendorong keterlibatan masyarakat, kader kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung upaya pencegahan, penemuan kasus secara dini, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.