Senyum 295 Guru Ngaji di Kecamatan Jombang, Terima Insentif Sebelum Lebaran
- 14 Maret 2026
- Dibaca 191 Kali
Bagikan Via:
Senyum 295 Guru Ngaji di Kecamatan Jombang, Terima Insentif Sebelum Lebaran
JEMBER, 13 MARET 2026 – Suasana di setiap balai desa di wilayah Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, tampak dipenuhi dengan nuansa kebahagiaan dan rasa syukur sepanjang pekan ini. Ratusan guru ngaji dari berbagai pelosok dusun tampak berkumpul untuk menerima hak insentif mereka yang cair lebih awal dari biasanya.
Momentum ini menjadi catatan penting di Kabupaten Jember, di mana insentif guru ngaji yang biasanya menjadi agenda akhir tahun, kini bertransformasi menjadi "hadiah luar biasa" menjelang lebaran berkat kebijakan responsif dari pemerintah kabupaten.
Di Kecamatan Jombang, gerakan pembagian insentif ini berlangsung sangat masif. Tercatat ada 295 guru ngaji yang tersebar di lima desa, yakni Desa Jombang, Desa Keting, Desa Padomasan, Desa Sarimulyo, dan Desa Ngampel, yang telah menerima dana segar sebesar Rp1.500.000 per orang.
Nilai tersebut dirasa sangat membantu perekonomian keluarga para guru ngaji, terutama saat mereka harus mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut hari raya Idul Fitri yang sudah di depan mata.
Ustadzah Venty, salah satu guru ngaji asal Desa Padomasan, mengungkapkan betapa berartinya bantuan ini bagi keluarganya. "Jujur, kami tidak menyangka pencairan dilakukan secepat ini. Biasanya kami harus menunggu sampai bulan Desember, tapi tahun ini, di saat harga beras dan kebutuhan pokok sedang naik menjelang Lebaran, pemerintah memberikan perhatian lebih," katanya.
"Uang satu setengah juta rupiah ini sangat besar bagi kami. Bisa untuk membeli kebutuhan dapur dan sedikit simpanan untuk hari raya. Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan, Terimakasih Gus Bupati" tuturnya dengan nada haru usai menandatangani berkas penerimaan," lanjut Venty.
Senada dengan itu, Aminin, seorang pengajar mengaji di Desa Jombang, menekankan bahwa insentif ini menjadi suntikan semangat bagi para pendidik.
"Kami mengabdi di musala tanpa mematok tarif kepada orang tua santri. Ketika pemerintah kabupaten memberikan apresiasi seperti ini, kami merasa perjuangan kami dalam membina akhlak anak-anak di desa tidaklah sia-sia. Terima kasih karena sudah memikirkan nasib kami para guru ngaji di pelosok. Ini benar-benar berkah yang sangat luar biasa," ungkapnya.
Keputusan pemerintah untuk memajukan jadwal honor ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Dengan adanya insentif yang cair tepat waktu dan nominal yang mumpuni, para guru ngaji kini bisa lebih fokus dalam menjalankan ibadah di penghujung Ramadan tanpa harus terlalu dipusingkan oleh beban ekonomi.
Kebijakan ini menegaskan bahwa pembangunan di Jember tidak hanya menyasar pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kesejahteraan para penjaga nilai-nilai agama di tingkat paling dasar. (nay)