Senyum Bahagia Guru Ngaji di Rambipuji, Insentif Pemkab Jember Jadi Bukti Apresiasi Nyata
- 15 Maret 2026
- Dibaca 215 Kali
Bagikan Via:
Senyum Bahagia Guru Ngaji di Rambipuji, Insentif Pemkab Jember Jadi Bukti Apresiasi Nyata
JEMBER, 15 MARET 2026 - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak pagi di Pendopo Desa Rambipuji. Para guru ngaji datang dengan penuh harap sekaligus rasa syukur karena pengabdian mereka selama ini mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.
Sekretaris Camat Rambipuji, Habib Salim, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa insentif tersebut merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember yang digagas Bupati Jember yang akrab disapa Gus Bupati.
“Insentif ini merupakan bentuk penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Jember kepada para guru ngaji, guru kitab, dan modin nikah yang selama ini berperan penting dalam membina masyarakat, khususnya dalam pendidikan keagamaan,” ujar Habib Salim, Minggu 15 Maret 2026.
Menurutnya, peran guru ngaji tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral kepada generasi muda.
“Guru ngaji adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak-anak. Mereka menanamkan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Kehadiran para guru ngaji di pendopo desa juga menghadirkan suasana haru. Sebagian dari mereka telah puluhan tahun mengabdikan diri mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an di langgar, musala, maupun rumah-rumah warga, sering kali tanpa imbalan yang memadai.
Salah satu penerima insentif, Ustaz Rohim, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya sebagai tambahan penghasilan, tetapi juga sebagai bukti bahwa pengabdian kami selama ini diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap program insentif bagi guru ngaji dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap program seperti ini bisa terus berjalan, sehingga para guru ngaji tetap mendapatkan dukungan dalam mendidik anak-anak dan membina masyarakat,” kata Rohim.
Selain guru ngaji, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seorang guru kitab dan seorang modin nikah yang selama ini turut berperan dalam pelayanan keagamaan di masyarakat.
Modin nikah memiliki tugas membantu masyarakat dalam proses administrasi pernikahan serta berbagai urusan keagamaan lainnya. Sementara guru kitab berperan dalam memperdalam pemahaman masyarakat terhadap kitab-kitab klasik dalam tradisi keilmuan Islam.
Program insentif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat desa. Di banyak daerah, guru ngaji menjadi tempat masyarakat belajar membaca Al-Qur’an, memahami ajaran Islam, hingga mendapatkan nasihat keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak sedikit guru ngaji yang membuka pengajian secara sukarela di rumah mereka tanpa memungut biaya dari para santri. Semangat pengabdian itulah yang menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada mereka.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan para tokoh agama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Kegiatan penyaluran insentif di Pendopo Desa Rambipuji berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Para guru ngaji tampak saling berbincang dan berbagi pengalaman mengajar di lingkungan masing-masing.
Bagi sebagian dari mereka, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antar-guru ngaji yang selama ini jarang bertemu karena kesibukan mengajar.
Di akhir kegiatan, para guru ngaji meninggalkan pendopo desa dengan wajah bahagia. Meski nilai insentif yang diterima tidak seberapa dibandingkan pengabdian mereka selama bertahun-tahun, perhatian dari pemerintah menjadi penghargaan yang sangat berarti bagi para pejuang pendidikan agama di tengah masyarakat. (sai)