logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Sinergi Kemanusiaan: Menjemput Harapan Kesembuhan bagi Pasien ODGJ di Kaliwates

  • 18 Maret 2026
  • Dibaca 160 Kali
Bagikan Via:
sinergi-kemanusiaan-menjemput-harapan-kesembuhan-bagi-pasien-odgj-di-kaliwates-20260319

Sinergi Kemanusiaan: Menjemput Harapan Kesembuhan bagi Pasien ODGJ di Kaliwates

JEMBER, 13 MARET 2026 – Suasana malam di Perumahan Istana Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jumat (13/3/2026) mendadak sibuk. Bukan karena perayaan, melainkan upaya evakuasi kemanusiaan terhadap inisial IF (23), seorang warga dengan kondisi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tengah mengalami fase "gaduh gelisah".

Evakuasi yang dimulai pukul 19.00 WIB ini bukan sekadar tindakan pengamanan, melainkan sebuah bentuk kehadiran negara melalui sinergi lintas sektor. Tim gabungan yang terdiri dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Liposos, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kaliwates, serta petugas Kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Kaliwates bergerak cepat merespons laporan masyarakat.

Pasien IF diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi sejak berusia 14 tahun. Selama ini, pihak keluarga memilih melakukan pengobatan secara mandiri ke rumah sakit swasta atau melalui pendekatan spiritual. Hal ini membuat keberadaan pasien IF luput dari pemantauan program Keswa di Puskesmas setempat.

Namun, sejak Kamis kemarin, kondisi pasien IF memburuk. Ia mengalami fase kegelisahan hebat yang mulai meresahkan lingkungan sekitar. Pihak keluarga mengakui bahwa episode kali ini adalah yang paling parah dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.

"Keluarga sempat ragu dan menolak rujukan ke RSD dr. Soebandi karena preferensi pribadi ke rumah sakit di luar kota. Namun, melalui pendekatan persuasif dan edukasi mengenai urgensi penanganan medis segera, mereka akhirnya bersedia demi keselamatan pasien," ungkap perwakilan tim di lapangan.

Proses evakuasi tidak dilakukan dengan paksaan fisik semata, melainkan melalui dialog. Tim memberikan pemahaman mendalam mengenai fasilitas dan kompetensi medis di RSD dr. Soebandi Jember yang mampu menangani kondisi kegawatdaruratan psikiatri.

Setelah melalui diskusi yang cukup alot namun humanis, keluarga akhirnya luluh. Dengan pengawalan ketat namun tetap santun, pasien IF dievakuasi dan langsung dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSD dr. Soebandi untuk mendapatkan penanganan medis profesional.

Sinergi tidak berhenti saat pasien masuk ke dalam ambulan. Di rumah sakit, tim gabungan terus mendampingi keluarga dalam mengurus proses administrasi dan memastikan pemeriksaan medis berjalan lancar.

Malam itu, setelah pemeriksaan oleh dokter jaga usai, pasien diserahkan kembali kepada pihak keluarga dengan komitmen pemantauan berkelanjutan. Kehadiran Lurah Tegal Besar dalam proses penyerahan tersebut mempertegas komitmen pemerintah tingkat lokal dalam menjaga kesejahteraan warga yang rentan.

Kasus pasien IF menjadi pengingat pentingnya keterbukaan keluarga dan sinkronisasi data kesehatan di tingkat puskesmas agar deteksi dini terhadap kondisi gangguan jiwa bisa dilakukan lebih cepat, tanpa harus menunggu fase krisis yang meresahkan lingkungan. (rou)

Galeri Foto