logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Sinergi Tanpa Batas Waktu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Jember dan UNEJ Akselerasi Persiapan OPLAH 2026

  • 07 April 2026
  • Dibaca 240 Kali
Bagikan Via:
sinergi-tanpa-batas-waktu-dinas-tanaman-pangan-hortikultura-dan-perkebunan-tphp-jember-dan-unej-akselerasi-persiapan-oplah-2026-20260407

Sinergi Tanpa Batas Waktu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Jember dan UNEJ Akselerasi Persiapan OPLAH 2026

JEMBER, 6 APRIL 2026 – Di tengah hari libur, ritme kerja sektor pertanian di Kabupaten Jember justru dipacu. Rapat koordinasi yang digelar Minggu, 5 April 2026 di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dinas TPHP) bukan sekadar agenda rutin, melainkan cara menjaga momentum setelah capaian tahun sebelumnya sekaligus mengunci kesiapan menuju target yang lebih besar.

Kolaborasi antara Dinas TPHP dan Universitas Jember melalui LP2M menjadi penopang utama dalam tahapan awal program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non Rawa 2026. Di ruang yang sama, Tim Survei Investigasi dan Desain (SID) yang diketuai oleh Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes, Tim Pengampu Dinas TPHP, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) menyatukan langkah. Fokusnya jelas: memastikan seluruh proses teknis—dari pemetaan lokasi hingga kesiapan pelaksanaan—berjalan tanpa jeda.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa percepatan tidak hanya soal target, tetapi juga konsistensi kerja di lapangan. Setelah berhasil merealisasikan OPLAH 2025 seluas 4.400 hektare, Kabupaten Jember tidak hanya memenuhi target, tetapi juga mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai daerah dengan kinerja pelaksanaan yang dinilai efektif dan progresif. Pengakuan ini menjadi indikator bahwa tata kelola program di Jember berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional. Atas capaian tersebut, Jember kemudian dipercaya mengemban target yang jauh lebih besar pada 2026, yakni 7.070 hektare—sebuah lonjakan yang tidak diberikan tanpa dasar kepercayaan yang kuat.

Secara substansi, OPLAH tidak hanya berbicara tentang membuka atau menggarap lahan, tetapi memastikan setiap jengkal lahan produktif memberi nilai tambah. Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas menjadi kunci, karena dari situlah produksi meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak. Dalam konteks ini, kerja teknis seperti penyusunan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), verifikasi dan validasi (verval), hingga pengawalan usulan program menjadi fondasi penting yang menentukan keberhasilan di hilir.

Peran teknis tersebut diperkuat oleh jajaran Dinas TPHP, termasuk Moch. Kosim, S.TP., M.P, yang memastikan integrasi antara perencanaan dan pelaksanaan berjalan selaras. Dengan pola kerja yang terstruktur, setiap tahapan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga teruji di lapangan.

Kepala Dinas TPHP Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., menegaskan bahwa kerja di hari libur adalah bagian dari komitmen menjaga kecepatan program. “Kami tidak ingin kehilangan momentum. Target 7.070 hektare harus disiapkan sejak awal dengan kerja yang terukur dan kolaboratif,” ujarnya. “Koordinasi di hari libur ini adalah bukti bahwa kami serius mengawal program agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi petani.”

Lebih jauh, langkah ini juga mencerminkan arah kebijakan daerah yang konsisten memperkuat sektor pertanian. Dukungan terhadap program seperti OPLAH, RJIT, JIAT, hingga mekanisasi menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak berjalan parsial, melainkan saling terhubung dalam satu ekosistem.

Rakor di hari Minggu itu pada akhirnya bukan hanya soal waktu pelaksanaan, tetapi juga tentang cara pandang. Menjaga ritme kerja, memanfaatkan waktu secara efektif, dan memastikan kolaborasi berjalan solid menjadi kunci agar target besar tidak berhenti sebagai angka, melainkan terwujud menjadi peningkatan kesejahteraan petani secara nyata. (fan)

Galeri Foto