Sinergi Tiga Pilar Kelurahan Kaliwates dan BI Jember: Dari Inovasi "SI-PEKA" Tekan Inflasi, hingga Fasilitasi QRIS untuk UMKM
- 19 Mei 2026
- Dibaca 269 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Tiga Pilar Kelurahan Kaliwates dan BI Jember: Dari Inovasi "SI-PEKA" Tekan Inflasi, hingga Fasilitasi QRIS untuk UMKM
JEMBER — Tiga Pilar Kelurahan Kaliwates terus menunjukkan komitmen proaktifnya dalam membangun kemitraan strategis guna meningkatkan kesejahteraan warga. Pada hari Senin (18/5/2026), rombongan Tiga Pilar yang didampingi oleh Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) H. Indra Gunawan, serta Ketua POSBANKUM Omah Rembug H. Teguh Istanto, S.T., melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cabang Jember.
Kehadiran rombongan ini disambut hangat secara langsung oleh Kepala KPwBI Jember, Iqbal Reza Nugraha, S.E., M.Sc., dalam sebuah forum audiensi yang berlangsung interaktif dan konstruktif.
Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M., yang memimpin rombongan tersebut, menyampaikan bahwa silaturahmi ini adalah langkah awal yang krusial.
"Ini merupakan ikhtiar nyata kami untuk membangun sinergitas antara Tiga Pilar Kelurahan Kaliwates dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah kami. Bank Indonesia adalah salah satu mitra strategis yang sangat penting untuk mendukung pengembangan ekonomi dan kesejahteraan warga di tingkat akar rumput," ujar Abdul Khamil.
Deretan Inovasi Kelurahan Kaliwates
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kelurahan Kaliwates memaparkan sederet program inovasi unggulan yang saat ini tengah digalakkan untuk melayani dan memberdayakan masyarakat. Program-program tersebut meliputi:
CINTA SI-PEKA (Budidaya Ayam Petelur)
CINTA SI-PEKA (Budidaya Ikan dalam Selokan)
CINTA DEWA-KALI (Data Base Warga Kelurahan Kaliwates)
Layanan Administrasi SIMPEL-WA
Pemaparan inovasi-inovasi ini mendapat perhatian serius dan apresiasi tinggi dari Kepala KPwBI Jember, Iqbal Reza Nugraha. Ia menyambut baik inisiatif dan kreativitas jajaran Kelurahan Kaliwates, namun turut menggarisbawahi pentingnya mensinergikan program-program tersebut dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) utama Bank Indonesia. Di daerah, fokus utama BI saat ini terbagi menjadi dua pilar pendorong: pengendalian inflasi daerah dan pengelolaan sistem pembayaran.
Titik Temu Sinergi Pertama: Membedah Program CINTA SI-PEKA
Mengacu pada pilar pengendalian inflasi daerah, program CINTA SI-PEKA Budidaya Ayam Petelur dinilai memiliki multiplier effect (efek ganda) yang paling sejalan dengan visi Bank Indonesia, khususnya terkait ketahanan pangan rumah tangga.
Merespons lampu hijau tersebut, Abdul Khamil bersama H. Indra Gunawan selaku pelaksana teknis di lapangan, membedah lebih dalam mengenai detail pelaksanaan CINTA SI-PEKA. Program ini rupanya dirancang secara komprehensif dengan 4 (empat) sasaran strategis sekaligus, yaitu:
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga: Melalui konsep urban farming, warga dilatih untuk beternak ayam petelur skala mikro (5 - 10 ekor). Hasil penjualan telur ini secara langsung akan memberikan tambahan penghasilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Pemberantasan Balita Stunting: Program ini mewajibkan donasi 1 (satu) butir telur setiap hari dari hasil panen budidaya warga. Telur-telur ini didistribusikan khusus untuk intervensi gizi balita stunting di lingkungan sekitar.
Pemenuhan Gizi Protein: Selain didonasikan dan dijual, telur yang dihasilkan memastikan asupan gizi dan protein bagi keluarga peternak itu sendiri terpenuhi dengan baik.
Reduksi Sampah Organik: Program ini juga berwawasan lingkungan. Ayam petelur jenis Kuntara yang diternakkan dapat mengonsumsi pakan campuran berupa cacahan sampah organik sisa rumah tangga dengan persentase hingga 30%. Hal ini secara signifikan membantu mengurangi volume pembuangan sampah di tingkat kelurahan.
Titik Temu Sinergi Kedua: Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Fasilitasi QRIS
Selain dukungan terhadap program ketahanan pangan, Iqbal Reza Nugraha juga memberikan perhatian khusus pada pilar pengelolaan sistem pembayaran di wilayah Kelurahan Kaliwates. Kepala KPwBI Jember tersebut menyoroti besarnya potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat dan pentingnya mendorong mereka masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital.
Dalam kesempatan emas tersebut, Bank Indonesia Jember menyatakan kesiapannya untuk merangkul, mengedukasi, sekaligus memfasilitasi penuh para pelaku UMKM di Kelurahan Kaliwates agar segera menggunakan sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Menariknya, Iqbal menjamin bahwa proses adaptasi digital ini akan dibuat sangat mudah dan tidak memberatkan warga. Para pelaku UMKM tidak perlu repot membuka rekening dari bank tertentu, melainkan bisa langsung menautkan fasilitas QRIS tersebut ke berbagai rekening bank manapun yang sudah mereka miliki saat ini. Langkah inklusif ini diharapkan dapat mempercepat perluasan transaksi non-tunai yang lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal di Kelurahan Kaliwates.
Kolaborasi holistik antara Kelurahan Kaliwates dan Bank Indonesia Jember ini diharapkan segera terealisasi ke dalam langkah konkret. Lewat perpaduan antara inovasi CINTA SI-PEKA di sektor riil dan digitalisasi QRIS di sektor pembayaran, Kelurahan Kaliwates bersiap menjadi role model kawasan permukiman yang tangguh pangan, bebas stunting, dan melek finansial secara digital.