Sumur Mengering, 105 KK di Sumberpinang Jember Bergantung pada Distribusi Air Bersih
- 24 Oktober 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
Sumur Mengering, 105 KK di Sumberpinang Jember Bergantung pada Distribusi Air Bersih
JEMBER, 24 OKTOBER 2026 - Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) di Dusun Krajan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Warga kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur mereka mengalami penurunan debit hingga mengering akibat musim kemarau.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Distribusi ini merupakan penyaluran air bersih yang keenam untuk warga terdampak kekeringan di Desa Sumberpinang.
TRC BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan berkoordinasi dengan pengurus RT/RW serta warga sebelum melakukan pendistribusian air. Bantuan kemudian disalurkan ke sejumlah tandon yang telah tersedia di lokasi.
Menurut anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Iqbal Fathoni, persoalan air bersih di wilayah tersebut mulai dirasakan warga sejak Agustus 2026. Debit air sumur warga terus menurun seiring berlangsungnya musim kemarau.
“Sejak Agustus volume debit air, terutama sumur warga, terus mengalami penurunan. Memasuki September, sumur semakin mengering sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Iqbal.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena wilayah Dusun Krajan belum memiliki jaringan pipanisasi yang mengalir langsung ke rumah warga. Untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci, sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber atau sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman.
Namun, air dari sumber tersebut dinilai tidak layak digunakan sebagai air minum maupun memasak. Akibatnya, warga harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Berdasarkan pendataan BPBD, terdapat 60 KK di RT 02/RW 02 yang membutuhkan pasokan air bersih. Sementara di RT 02 dan RT 03/RW 01 terdapat 45 KK terdampak. Dengan demikian, total terdapat 105 KK yang membutuhkan bantuan air bersih.
BPBD Jember menyiapkan empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Selain itu, terdapat satu tandon milik warga berkapasitas 2.200 liter yang digunakan untuk menampung bantuan air.
Hingga 24 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan ke wilayah tersebut mencapai 22.500 liter.
Iqbal mengatakan, distribusi air akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung. BPBD merekomendasikan penyaluran air bersih dilakukan secara berkala, yakni sekitar lima hari sekali.
“Rekomendasinya, distribusi air bersih dilakukan lima hari sekali untuk memenuhi kebutuhan warga selama sumber air belum kembali normal,” ujar Iqbal.
Kegiatan distribusi selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Jember bekerja sama dengan RT/RW dan warga setempat.
BPBD juga akan terus memantau perkembangan kondisi sumber air dan kebutuhan warga di lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan air bersih dapat disalurkan secara berkelanjutan dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau. (tgh)