logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

“Sumur Mengering dan Air Berbau, 120 KK di Kaliwining Jember Butuh Bantuan Air Bersih”

  • 25 Oktober 2026
  • Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
sumur-mengering-dan-air-berbau-120-kk-di-kaliwining-jember-butuh-bantuan-air-bersih-20261025

“Sumur Mengering dan Air Berbau, 120 KK di Kaliwining Jember Butuh Bantuan Air Bersih”

JEMBER, 25 Oktober 2026 — Kekeringan mulai berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) terdampak karena sumur warga mulai mengering dan kualitas air menurun.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember melakukan pendampingan distribusi bantuan air bersih ke-20 di wilayah tersebut pada Rabu (21/10/2026). Bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Anggota TRC-PB BPBD Kabupaten Jember, Septa Tri Satya Budi, mengatakan, kondisi kekeringan di Desa Kaliwining mulai dirasakan sejak akhir Juli 2026. Penurunan debit air semakin terasa karena sejumlah wilayah belum memiliki jaringan pipanisasi.

"Sejak akhir Juli, ketersediaan air mulai menurun. Warga di RW 13 masih mengandalkan sumur, tetapi sebagian sumur mulai mengering dan air yang tersisa berbau kurang sedap," kata Septa.

Berdasarkan hasil asesmen, dampak kekeringan terjadi di sejumlah RT. Di RT 07/RW 13 terdapat sekitar 40 KK terdampak dari total 75 KK. Kemudian RT 08/RW 13 sebanyak 20 KK dari 70 KK, RT 09/RW 13 sebanyak 40 KK dari 65 KK, serta RT 11/RW 14 sebanyak 20 KK dari 50 KK.

Dengan demikian, total terdapat sekitar 120 KK yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air dari sumber terdekat di sekitar Masjid Darul Hikmah dengan jarak sekitar satu kilometer. Sebagian warga juga memanfaatkan Sungai Bedadung untuk kebutuhan mandi, meski kondisi airnya keruh dan debitnya mulai berkurang.

"Situasi ini membuat warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka berharap distribusi bantuan air dapat dilakukan secara berkelanjutan sampai kondisi sumber air kembali normal," ujar Septa.

Dalam penanganan tersebut, TRC-PB BPBD Jember berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan warga sekaligus memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan. BPBD juga mendampingi distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter ke tandon yang telah disiapkan.

BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan setiap empat hari sekali dengan volume sekitar 5.000 liter. Saat ini tersedia tiga tandon milik BPBD serta satu tandon hibah BPBD yang ditempatkan di rumah kepala dusun.

Sementara itu, wilayah RT 05 dan RT 06 dilaporkan masih aman karena telah memiliki jaringan PDAM. BPBD juga meneruskan hasil asesmen kepada dinas terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk upaya pascakejadian.

Penanganan kekeringan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta permohonan kebutuhan air bersih dari Pemerintah Desa Kaliwining.

BPBD Jember memastikan pemantauan dan distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan warga terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.(tgh)

Galeri Foto