logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Asesmen 155 KK di Pakusari yang Krisis Air Bersih

  • 20 Oktober 2026
  • Dibaca 237 Kali
Bagikan Via:
sumur-warga-mengering-bpbd-jember-asesmen-155-kk-di-pakusari-yang-krisis-air-bersih-20261020

Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Asesmen 155 KK di Pakusari yang Krisis Air Bersih

JEMBER, 20 OKTOBER 2026 – Dampak musim kemarau membuat 155 kepala keluarga (KK) di Dusun Jatian, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur warga mengering dan sebagian air yang tersisa sudah keruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kondisi tersebut diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen permohonan bantuan air bersih di wilayah tersebut, Selasa, 20 Oktober 2026.

Tim BPBD yang dipimpin dalam kegiatan lapangan oleh Ali Maskur berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sumberpinang sebelum mengecek langsung kondisi warga terdampak.

"Wilayah Dusun Jatian ini masih mengandalkan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Belum ada jaringan pipanisasi sehingga ketika kemarau panjang, warga sangat terdampak," kata Ali Maskur, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember.

Berdasarkan hasil asesmen, terdapat empat wilayah RT yang mengalami kesulitan air bersih. Rinciannya, RT 01/RW 05 sebanyak 45 KK, RT 02/RW 05 sebanyak 30 KK, RT 01/RW 06 sebanyak 40 KK, dan RT 02/RW 06 sebanyak 40 KK.

Dengan demikian, total terdapat 155 KK yang membutuhkan bantuan air bersih.

Tim BPBD juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah sumur warga. Sumur gali dengan kedalaman rata-rata sekitar 10 hingga 15 meter mengalami penurunan ketersediaan air. Air yang masih tersisa dilaporkan keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga harus mencari sumber air alternatif yang berada di dekat sungai. Jarak yang harus ditempuh warga untuk mendapatkan air mencapai sekitar satu kilometer.

Asesmen dilakukan setelah Pemerintah Desa Sumberpinang mengajukan permohonan bantuan melalui surat Nomor 019/24.2003/X/2026. Surat tersebut berisi permohonan bantuan tandon dan distribusi air bersih bagi warga terdampak kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD bersama sekretaris desa, kepala dusun, RT/RW, dan warga melakukan pengecekan lapangan serta pendataan kebutuhan masyarakat.

BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih ke empat titik terdampak setiap empat hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter. Selain itu, diperlukan empat unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter.

"Rekomendasi kami adalah segera dilakukan distribusi air bersih secara berkala dan penyediaan tandon di titik-titik yang sudah disiapkan pemerintah desa. Ini untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama sumber air mereka belum kembali normal," ujar Ali.

Pemerintah Desa Sumberpinang selanjutnya akan menyiapkan pangkon atau tempat penempatan tandon air. BPBD juga merekomendasikan agar penanganan lanjutan diteruskan kepada dinas terkait, termasuk untuk upaya penanganan pascakejadian dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi penanganan lebih lanjut terhadap 155 KK terdampak kekeringan di Dusun Jatian, sehingga bantuan air bersih dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran. (tgh)

Galeri Foto