Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Salurkan 2.500 Liter Air Bersih ke Tegalwaru
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Salurkan 2.500 Liter Air Bersih ke Tegalwaru
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 – Kekeringan mulai menyulitkan warga Dusun Klayu, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama air bersih mengering sehingga puluhan keluarga harus mencari air hingga keluar dusun.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan bantuan air bersih ke RT 04/RW 02 Dusun Klayu, Jumat, 16 Oktober 2026. Distribusi ini merupakan penyaluran air bersih ke-7 untuk wilayah tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan pendampingan distribusi. Sebanyak dua tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter juga ditempatkan untuk memudahkan warga memperoleh air bersih.
“Di wilayah ini belum ada pipanisasi yang mengalir ke rumah warga. Selama ini masyarakat mengandalkan sumur, tetapi sekarang sumur-sumur warga sudah mengering,” kata Mashudi, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.
Menurut Mashudi, kedalaman sumur warga berkisar 12 hingga 15 meter. Kondisi kemarau membuat sumber air tersebut tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hasil asesmen BPBD menunjukkan terdapat sekitar 45 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 02 yang sangat membutuhkan air bersih, terutama untuk kebutuhan minum dan memasak.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebagian warga harus mengambil air dari kawasan Pasar Sapi yang berjarak sekitar satu kilometer. Sebagian lainnya memilih membeli air galon. Sementara kebutuhan mandi dan mencuci terpaksa dilakukan warga dengan memanfaatkan air sungai.
Dalam distribusi kali ini, air bersih sebanyak 2.500 liter disalurkan menggunakan satu truk tangki dan ditampung pada tandon yang telah disiapkan BPBD. Penyaluran melibatkan BPBD Jember, Perumdam Tirta Pandalungan, perangkat RT/RW, serta warga setempat.
Mashudi mengatakan, hingga Jumat (16/10/2026), total air bersih yang telah disalurkan ke wilayah tersebut mencapai 17.500 liter.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala setiap tiga hari sekali dengan armada tangki berkapasitas 2.500 liter. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bagi warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Selain bantuan darurat, BPBD juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut, terutama terkait kebutuhan akses air bersih dan kemungkinan solusi jangka panjang bagi warga yang belum terlayani jaringan perpipaan.
“Penyaluran air akan terus dievaluasi sesuai kebutuhan warga. Kami juga merekomendasikan agar penanganan tidak berhenti pada distribusi air, tetapi diteruskan kepada dinas terkait untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan,” ujar Mashudi. (tgh)