logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Tak Ada Jaringan Pipa, BPBD Jember Suplai 10 Ribu Liter Air ke Warga Baratan Timur

  • 07 Oktober 2026
  • Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
tak-ada-jaringan-pipa-bpbd-jember-suplai-10-ribu-liter-air-ke-warga-baratan-timur-20261008

Tak Ada Jaringan Pipa, BPBD Jember Suplai 10 Ribu Liter Air ke Warga Baratan Timur

JEMBER, 07 OKTOBER 2026 – Musim kemarau yang berlangsung sejak Agustus 2026 membuat warga Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, semakin kesulitan mendapatkan air bersih.

Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut membutuhkan dukungan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu terjadi setelah sebagian besar sumur warga mulai mengering, sementara air yang masih tersisa kondisinya keruh dan tidak layak digunakan.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan kembali melakukan distribusi air bersih, Rabu 07 Oktober 2026.

Dalam distribusi ke-21 dampak bencana kekeringan tersebut, sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah tandon BPBD yang telah tersedia di lokasi.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember tiba di lokasi sejak pukul 08.00 WIB. Selain melakukan distribusi air, petugas juga berkoordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW dan warga sekaligus memberikan edukasi terkait kondisi kekeringan.

Septa Tri Satya Budi, personel TRC BPBD Jember, mengatakan kondisi kekeringan membuat warga harus mencari alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sebagian warga harus mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang jaraknya sekitar satu kilometer. Sebagian lainnya memilih membeli air galon atau air isi ulang,” ujar Septa.

Kondisi semakin sulit karena wilayah RT 02 dan RT 03 RW 09 belum memiliki jaringan pipanisasi. Sementara itu, sungai yang berada sekitar 700 meter dari permukiman juga telah mengering sehingga tidak dapat diandalkan sebagai sumber air.

Berdasarkan pendataan, kebutuhan air bersih tersebar di sejumlah wilayah. Di RT 02/RW 09 terdapat sekitar 40 KK yang membutuhkan air dari total sekitar 150 KK. Kemudian RT 03/RW 09 terdapat sekitar 50 KK dari total sekitar 200 KK.

Kebutuhan juga terdapat di RT 02/RW 11 sebanyak sekitar 80 KK dan RT 03/RW 11 sebanyak sekitar 30 KK. Secara keseluruhan, sekitar 200 KK membutuhkan dukungan pasokan air bersih.

Untuk memastikan distribusi dapat menjangkau masyarakat, BPBD Jember telah menyiapkan sejumlah tandon di lokasi. Tercatat terdapat tujuh unit tandon BPBD dengan kapasitas masing-masing sekitar 1.200 liter yang tersebar di sejumlah titik.

Selain itu, pangkon tandon juga telah tersedia di beberapa lokasi, termasuk di RT 03/RW 09 dan RT 02/RW 09, sehingga pasokan air dapat ditampung dan dimanfaatkan warga secara lebih mudah.

Distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari penanganan dampak kekeringan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan secara berkala dengan kapasitas 10.000 liter setiap dua hari sekali selama kebutuhan masyarakat masih tinggi.

Penanganan juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendukung solusi yang lebih berkelanjutan, terutama berkaitan dengan pemenuhan akses air bersih dan jaringan pipanisasi di wilayah yang belum terlayani.

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 20.30 WIB, proses distribusi berjalan aman, lancar dan kondusif. BPBD Jember bersama perangkat kelurahan, RT/RW dan masyarakat terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan dapat terpenuhi. (bob)

Galeri Foto