logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Pakusari

Tak Perlu Antre di Bank, Penyaluran Honor Guru Ngaji dan P3N di Pakusari Makin Mudah

  • 12 Maret 2026
  • Dibaca 212 Kali
Bagikan Via:
tak-perlu-antre-di-bank-penyaluran-honor-guru-ngaji-dan-p3n-di-pakusari-makin-mudah-20260313

Tak Perlu Antre di Bank, Penyaluran Honor Guru Ngaji dan P3N di Pakusari Makin Mudah

JEMBER, 12 MARET 2026 – Penyaluran honorarium tahap kedua bagi Guru Ngaji, Guru Kitab Non-Muslim, dan Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) di Kecamatan Pakusari mulai direalisasikan secara serentak pada Rabu, 11 Maret 2026.

Berbeda dengan tahap pertama yang mengharuskan penerima datang ke kantor Bank Jatim terdekat, kali ini pemerintah menerapkan sistem “jemput bola” dengan memusatkan pencairan di balai desa masing-masing.

Kebijakan ini membuat para penerima manfaat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau mengantre di perbankan. Pemerintah desa menjadi titik layanan langsung untuk proses verifikasi hingga pencairan honorarium.

Langkah tersebut merupakan implementasi kebijakan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, yang berkomitmen mempermudah akses pelayanan bagi para pejuang keagamaan di tingkat desa.

Kepastian perubahan mekanisme penyaluran itu disampaikan langsung oleh Gus Fawait saat menghadiri kegiatan Sholawat Kampoeng dalam rangka Safari Ramadan di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperbaiki sistem penyaluran insentif agar lebih memudahkan para guru ngaji.

“Jika sebelumnya penerima harus mengantre di titik tertentu atau datang ke bank, sekarang insentif bisa diambil langsung di balai desa masing-masing,” ujar Gus Fawait di hadapan warga.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para guru ngaji dan tokoh keagamaan yang selama ini berkontribusi membina masyarakat. Terlebih, sebagian penerima merupakan warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Di Kecamatan Pakusari, penyaluran honorarium dilakukan di tujuh titik balai desa, yakni Balai Desa Pakusari, Bedadung, Jatian, Kertosari, Subo, Patemon, dan Sumberpinang. Sistem ini dinilai mampu memangkas jarak tempuh sekaligus mengurangi waktu tunggu para penerima manfaat.

Petugas teknis juga diterjunkan langsung ke desa untuk mempercepat proses verifikasi administrasi. Dengan pola pelayanan ini, proses pencairan dinilai lebih cepat, tepat sasaran, serta memudahkan masyarakat.

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan seluruh pendidik keagamaan yang telah terdata dapat menerima haknya sebelum Hari Raya Idulfitri. Program ini menyasar ribuan guru ngaji muslim, guru kitab non-Muslim, hingga petugas P3N di berbagai wilayah.

Di sejumlah balai desa di Pakusari, antusiasme penerima manfaat terlihat sejak pagi. Warga berdatangan untuk melakukan verifikasi dan pencairan insentif yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Insentif tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan semangat bagi para pendidik keagamaan yang selama ini berperan membimbing masyarakat dan generasi muda di tingkat akar rumput.

Melalui sistem jemput bola ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan kebijakan yang lebih responsif dan berpihak pada kebutuhan warga desa. (zal)

Galeri Foto