Tak Sampai Siang, Sembako Murah Diskopumdag di Pasar Tanjung Habis Bis!
- 10 Juli 2026
- Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
Tak Sampai Siang, Sembako Murah Diskopumdag di Pasar Tanjung Habis Bis!
JEMBER, 10 JULI 2026 - Halaman Pasar Tanjung mendadak riuh, Jumat pagi 10 Juli 2026. Ratusan warga, didominasi emak-emak, langsung menyemut membentuk antrean panjang. Mereka tak mau kehilangan momentum langka: operasi pasar murah dadakan.
Biasanya, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember hanya menggelar operasi pasar setiap hari Selasa. Jadwal itu sudah hafal di luar kepala bagi warga. Namun, Jumat kemarin menjadi pengecualian yang manis. Langkah taktis diambil oleh pemerintah daerah demi meringankan beban dapur masyarakat.
Pemerintah cerdik melihat peluang. Momentum itu hadir bersamaan dengan pergelaran Gerakan Indonesia ASRI yang dipusatkan di halaman pusat perdagangan terbesar di Jember tersebut. Alih-alih hanya menggelar acara seremonial, Diskopumdag langsung "mencegat" kehadiran warga dengan menggelar lapak sembako murah. Hasilnya tebak sendiri: ludes tanpa sisa dalam waktu sekejap.
Dalam aksi "sergapan" pangan murah ini, Diskopumdag menggandeng Perum Bulog. Tak tanggung-tanggung, 240 liter minyak goreng dan 500 kilogram beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) langsung digelontorkan ke lokasi.
Seluruh komoditas tersebut dibanderol dengan harga yang jauh di bawah rata-rata pasar. Begitu truk Bulog menurunkan muatan, warga langsung merangsek tertib. Tak sampai siang, persediaan itu lunas terjual.
Tingginya antusiasme ini menjadi bukti sahih. Di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap mencekik, program intervensi pasar seperti ini adalah air segar yang paling dinantikan masyarakat.
Warga Jember seperti mendapat berkah dobel. Dalam sepekan, isi dompet mereka bisa bernapas lebih lega karena mendapat dua kali kesempatan belanja murah; Selasa di jadwal rutin, dan Jumat sebagai bonus tak terduga.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopumdag Jember, Lilik Makhfiyah, tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya melihat respons cepat jajarannya disambut hangat oleh warga. Menurutnya, keputusan menggelar operasi pasar di luar jadwal ini adalah bentuk kepekaan pemerintah terhadap kebutuhan riil di lapangan.
"Pasar murah ini pasti dijamin diserbu warga. Meskipun kami membawa banyak beras dan minyak, tetap saja habis tak tersisa. Minat masyarakat memang luar biasa," ujar Lilik di sela-sela kesibukannya memantau antrean.
Lilik menambahkan, langkah ini sengaja diambil untuk menyemarakkan Gerakan Indonesia ASRI. Pihaknya ingin memastikan bahwa setiap kegiatan publik yang mengumpulkan massa juga membawa dampak ekonomi yang instan dan langsung dirasakan oleh kantong masyarakat kelas bawah.
Lewat sinergi yang taktis, Diskopumdag Jember membuktikan bahwa birokrasi tidak harus kaku, melainkan harus lincah membaca momentum demi melayani rakyat. (hna)