logo ppid jember kim
Oleh : Sekretariat DPRD

Tampilkan Kedewasaan Politik, Bupati Jember dan Pimpinan DPRD Beri Keteladanan dalam Perbedaan Gagasan

  • 25 Maret 2026
  • Dibaca 286 Kali
Bagikan Via:
tampilkan-kedewasaan-politik-bupati-jember-dan-pimpinan-dprd-beri-keteladanan-dalam-perbedaan-gagasan-20260326

Tampilkan Kedewasaan Politik, Bupati Jember dan Pimpinan DPRD Beri Keteladanan dalam Perbedaan Gagasan

JEMBER, 25 MARET 2026 - Semangat silaturahmi mewarnai kegiatan Kupatan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu, 25 Maret 2026. Di tengah dinamika diskusi publik mengenai program kerja pemerintah, Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Widarto menunjukkan sikap inklusif dengan tetap menjaga keharmonisan hubungan personal meski memiliki pandangan politik yang berbeda.

Momen hangat tersebut memperlihatkan kedua tokoh saling berangkulan di tengah menghangatnya perdebatan mengenai program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku). Widarto, dalam keterangannya, menekankan bahwa adu gagasan merupakan warisan para pendiri bangsa yang harus tetap menjunjung tinggi rasa hormat terhadap posisi masing-masing.

Terkait usulannya mengenai efisiensi anggaran di tengah situasi global, Widarto menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan efektivitas penggunaan APBD untuk masyarakat.

"Sebetulnya tujuan kita kan sama, di tengah situasi geopolitik global yang kian memanas, yang memengaruhi situasi nasional, kita kan ingin agar anggaran lebih efektif," ujarnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa ke depan masyarakat membutuhkan perlindungan ekonomi yang lebih kuat dari pemerintah daerah.

"Kami memahaminya, kedepan itu masyarakat membutuhkan jaring pengaman sosial," ujarnya.

Widarto menyarankan agar program yang memerlukan biaya besar dapat dilakukan penyesuaian untuk sementara waktu demi kepentingan jaring pengaman tersebut.

"Maka, program yang membutuhkan anggaran besar dapat diefisien sementara, nanti kalau sudah kembali normal ya monggo saja," tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa peran legislatif dan eksekutif harus menjadi ruang tumbuhnya gagasan yang mencerdaskan rakyat, bukan sekadar sikap berseberangan tanpa substansi.

"Bukan justru sebaliknya, menampilkan sikap berseberangan tetapi secara gagasan minim, nah itu yang tidak boleh terjadi," tandasnya.

Widarto menginginkan Jember menjadi daerah yang kaya akan pergulatan ide namun tetap dalam bingkai persaudaraan.

"Tetapi dalam kehidupan sehari hari, pada posisinya masing masing, ya saling menghormati, tidak ada masalah, guyub rukun, damai, itu yang harus kita lakukan," jelasnya.

Respons Bupati: Demokrasi yang Sehat

Di sisi lain, Bupati Jember Muhammad Fawait menyikapi berbagai kritik dan masukan terhadap program Bunga Desaku dengan tenang. Menurutnya, tidak semua diskursus publik harus direspons secara reaktif.

"Tidak semua komentar harus saya komentari,” ujarnya singkat.

Bupati Fawait menilai keberagaman pendapat dari para pimpinan partai politik di Jember justru memperkaya dinamika pemerintahan. Ia memberikan analogi melalui tradisi musyawarah di lingkungan pesantren dalam melihat mayoritas dukungan.

"Sudah ada pernyataan dan testimoni dari ketua partai-ketua partai. Saya pikir, ya, kalau di pondok pesantren, kalau musyawarah itu yang biasanya diikuti yang jumhur, yang mayoritas, termasuk pendapat ulama, jumhur ulama,” katanya.

Melihat banyaknya dukungan dari berbagai pihak terhadap program tersebut, ia merasa tidak perlu memperlebar polemik yang ada.

"Nah, berhubung sudah seperti itu, ya berarti bagus. Saya enggak perlu tanggapi terlalu dalam,” ucapnya.

Menutup keterangannya, Bupati Fawait menegaskan bahwa kritik dan pengawasan yang dilakukan oleh DPRD merupakan bagian penting dari mekanisme demokrasi yang sehat dan produktif

"Dan itu biasa. Kan tugas DPRD, tugasnya memberi saran, mengawasi. Itu hal yang wajar,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Jember tetap berkomitmen untuk menjalankan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas sembari tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik dan saran konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan. (gil)

Galeri Foto