logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Usai Deklarasi, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Mulai Diimplementasikan di Seluruh Satuan Pendidikan Jember

  • 12 Juli 2026
  • Dibaca 53 Kali
Bagikan Via:
usai-deklarasi-budaya-sekolah-aman-dan-nyaman-mulai-diimplementasikan-di-seluruh-satuan-pendidikan-jember-20260714

Usai Deklarasi, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Mulai Diimplementasikan di Seluruh Satuan Pendidikan Jember

JEMBER, 12 JULI 2026 – Deklarasi, Sosialisasi, dan Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawa Graha pada 10 Juli 2026 bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi titik awal pelaksanaan berbagai langkah konkret untuk membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Jember.

Setelah deklarasi tersebut, fokus Dinas Pendidikan kini bergeser pada tahap implementasi. Seluruh sekolah diharapkan mulai menerjemahkan komitmen yang telah dibangun menjadi kebijakan, budaya, dan kebiasaan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan di Kabupaten Jember. Program ini lahir sebagai tindak lanjut Surat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta diperkuat dengan Keputusan Bupati Jember mengenai pembentukan Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kabupaten Jember periode 2026–2030.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan bahwa setiap peserta didik memperoleh hak yang sama untuk belajar dalam lingkungan yang aman secara fisik maupun psikologis. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang yang membangun karakter, rasa percaya diri, kepedulian, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menegaskan bahwa pekerjaan besar sesungguhnya dimulai setelah deklarasi dilaksanakan. Menurutnya, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh konsistensi seluruh satuan pendidikan dalam menerapkan nilai-nilai Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

"Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan sekadar program, melainkan komitmen bersama seluruh ekosistem pendidikan. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak kita, tempat mereka belajar, tumbuh, berkreasi, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut terhadap kekerasan, intimidasi, maupun diskriminasi," ujar Arief Tjahyono.

Arief menjelaskan bahwa implementasi budaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, hingga masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Menurutnya, berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan sering kali dapat dicegah apabila komunikasi antarseluruh pihak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, sekolah didorong untuk memperkuat budaya saling menghargai, membangun kepedulian terhadap sesama, dan menciptakan ruang dialog yang terbuka.

"Kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua untuk bersama-sama membangun budaya saling menghormati, saling peduli, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Pendidikan karakter hanya dapat tumbuh dalam suasana yang aman dan nyaman," tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember akan melakukan pendampingan kepada seluruh satuan pendidikan agar implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman berjalan sesuai tujuan. Pendampingan tersebut mencakup sosialisasi lanjutan, monitoring, evaluasi, hingga penguatan kapasitas pendidik dalam membangun budaya positif di sekolah.

Program tersebut juga akan melibatkan pengawas sekolah serta berbagai organisasi profesi pendidikan sebagai mitra strategis dalam memastikan setiap sekolah mampu menerapkan prinsip perlindungan anak secara optimal.

Selain itu, sekolah diharapkan mulai menyusun langkah-langkah nyata sesuai kondisi masing-masing. Di antaranya melalui penyusunan tata tertib yang berpihak pada perlindungan anak, pembentukan budaya saling menghormati, penguatan pendidikan karakter, peningkatan komunikasi dengan orang tua, hingga penyediaan mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan yang mengancam keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Tidak kalah penting, guru juga didorong untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih ramah anak. Pendekatan pembelajaran yang mengedepankan empati, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pelantikan Dewan Pendidikan Kabupaten Jember yang turut dirangkaikan dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat implementasi program di lapangan. Dewan Pendidikan memiliki peran strategis dalam memberikan masukan, pertimbangan, serta pengawasan terhadap berbagai kebijakan pendidikan, termasuk pelaksanaan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Ke depan, sinergi antara Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa komitmen yang telah dibangun benar-benar memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap budaya positif dapat tumbuh menjadi identitas seluruh sekolah. Tidak hanya menghilangkan praktik kekerasan dan perundungan, tetapi juga membangun lingkungan yang mendorong peserta didik untuk berani berpendapat, saling menghargai, bekerja sama, dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Dengan implementasi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di setiap satuan pendidikan. Komitmen yang lahir dari deklarasi pada 10 Juli 2026 menjadi awal perjalanan panjang untuk menghadirkan sekolah yang benar-benar menjadi rumah kedua bagi setiap anak di Kabupaten Jember.

Dinas Pendidikan Kabupaten Jember optimistis bahwa melalui kolaborasi seluruh elemen pendidikan, program ini tidak hanya menciptakan sekolah yang aman dari kekerasan, tetapi juga melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada masa depan. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan pendidikan Jember yang unggul, berkarakter, dan berkualitas dapat tercapai melalui langkah nyata yang dimulai dari lingkungan sekolah masing-masing. (hz)

Galeri Foto