Usai Reunifikasi, Liposos Jember Dorong Peran Keluarga dalam Perawatan Lansia Darwis
- 10 April 2026
- Dibaca 184 Kali
Bagikan Via:
Usai Reunifikasi, Liposos Jember Dorong Peran Keluarga dalam Perawatan Lansia Darwis
JEMBER, 10 APRIL 2026 — Usai menjalani perawatan sosial selama beberapa bulan, Darwis (60), lansia dengan riwayat gangguan mental asal Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya. Proses reunifikasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa peran keluarga tetap menjadi kunci utama dalam pemulihan jangka panjang.
Tim UPTD Liposos Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember menegaskan, negara hadir sebagai penyangga sementara bagi warga yang membutuhkan perlindungan sosial. Namun, tanggung jawab utama tetap berada pada keluarga, selama keberadaannya masih ada.
“Perawatan jangka panjang yang paling efektif tetap berada di lingkungan keluarga,” ujar petugas Liposos, Agus Swandono dan Sulis Sriwardani A.
Pemulangan Darwis dilakukan pada Kamis, 09 April 2026, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Sumberjati, Andriya Suwito, di kantor desa setempat. Pemerintah desa menyambut kepulangan tersebut dengan apresiasi atas peran Liposos dalam merawat warganya hingga kembali dalam kondisi lebih stabil.
“Kami berterima kasih karena Bapak Darwis sudah dirawat hingga membaik,” kata Suwito.
Kasus Darwis sebelumnya sempat viral di media sosial setelah video yang memperlihatkan dirinya hidup terlantar beredar luas. Minimnya perawatan dari keluarga membuat ia menggelandang, hingga akhirnya dirujuk ke Liposos pada 22 Desember 2025 setelah koordinasi dengan pihak Kecamatan Silo.
Pemerintah desa mengaku telah berupaya memberikan perlindungan sebelum Darwis dirujuk. Salah satunya dengan menyediakan rumah kontrakan khusus. Namun, upaya itu terkendala kebiasaan Darwis yang kerap meninggalkan tempat tinggal tanpa tujuan jelas.
“Pernah kami jemput sampai ke wilayah Pasirian, Lumajang, karena beliau berjalan terlalu jauh,” ujar Suwito.
Kini, setelah kembali ke desa, tantangan berikutnya adalah memastikan keberlanjutan perawatan. Berdasarkan data pemerintah desa, keluarga Darwis masih ada dan secara ekonomi tergolong mampu. Namun, mereka dinilai belum optimal dalam menjalankan peran perawatan.
Liposos pun mendorong pemerintah desa untuk memperkuat komunikasi dengan pihak keluarga. Dukungan moral dan keterlibatan langsung keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kemandirian dan kualitas hidup klien.
“Selama keluarga masih ada, tanggung jawab utama tetap berada pada mereka,” tegas Agus dan Sulis.
Pemerintah Desa Sumberjati menyatakan siap melakukan pendampingan lanjutan, termasuk memastikan keluarga kembali mengambil peran aktif, agar Darwis dapat menjalani kehidupan yang lebih layak dan bermartabat di tengah masyarakat. (rou)