Usai Santuni Puluhan Yatim, Mumbulsari Bersiap untuk Gerakan yang Lebih Massal
- 06 Juli 2026
- Dibaca 47 Kali
Bagikan Via:
Usai Santuni Puluhan Yatim, Mumbulsari Bersiap untuk Gerakan yang Lebih Massal
JEMBER, 06 JULI 2026 – Fatayat NU Mumbulsari enggan cepat puas. Sukses menyantuni 80 anak yatim dan kaum dhuafa pada peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Rabu lalu, 01 Juli 2026, justru menjadi bahan bakar baru. Organisasi hijau ini langsung memasang target lebih tinggi: memperluas jaringan donatur dan memperbesar skala gerakan sosial di tahun-tahun mendatang.
Komitmen itu bukan gertak sambal. Maklum, gerakan ini sudah mandek sebagai tradisi selama sembilan tahun berturut-turut. Ke depan, mereka tidak ingin berjalan sendiri.
"Kami ingin merangkul lebih banyak donatur, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan. Masih banyak anak yatim dan dhuafa di Mumbulsari yang butuh sentuhan kita," tegas Ketua Fatayat NU Mumbulsari, Sulistiyaningsih, M.Pd.
Langkah ekspansi ini langsung mendapat lampu hijau dari otoritas setempat. Camat Mumbulsari, R.B. Abdul Kadir, M.M., menantang Fatayat untuk melompat lebih jauh. Menurutnya, program ini terbukti sukses mengedukasi warga tentang indahnya berbagi.
"Harus dipertahankan, bahkan dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak," ujar Abdul Kadir, saat ditemui terpisah pada Senin, 06 Juli 2026.
Aksi sosial lima hari lalu di Kantor Fatayat NU Mumbulsari itu memang menjadi bukti sahih solidnya kolaborasi. Fatayat tidak sendirian. Mereka bergerak kompak bersama Muslimat NU Anak Cabang Mumbulsari dan MWCNU Mumbulsari.
Hasilnya konkret. Kepercayaan publik begitu tinggi. Sebanyak 115 donatur menitipkan amanahnya. Alhasil, 80 anak yatim bisa tersenyum membawa pulang uang tunai, makanan ringan, dan susu. Tak hanya itu, paket sembako berisi beras, telur, mi instan, dan minyak goreng juga sukses didistribusikan kepada warga dhuafa yang membutuhkan.
Bagi Fatayat, angka-angka tersebut adalah modal sosial yang besar. Mereka ingin membuktikan bahwa semangat Tahun Baru Hijriah bukan sekadar seremoni satu hari yang usai setelah tenda dibongkar. Melainkan sebuah gerakan berkesinambungan yang mampu merajut ukhuwah Islamiyah dan solidaritas riil di bumi Mumbulsari. (btl)