Akses Air Tak Merata, 60 KK di Patrang Jember Kembali Dapat Pasokan 5.000 Liter
- 09 September 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
Akses Air Tak Merata, 60 KK di Patrang Jember Kembali Dapat Pasokan 5.000 Liter
JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 – Tidak semua warga di Lingkungan Patrang Tengah, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, memiliki akses yang sama terhadap air bersih. Di tengah musim kemarau, sebagian warga harus bergantung kepada tetangga karena belum mampu mengakses jaringan pipanisasi berbayar yang tersedia di lingkungan mereka.
Kondisi tersebut semakin terasa ketika sumur warga mulai mengering. Jaringan pipanisasi memang telah tersedia di RT 01, RT 02 dan RT 03 RW 08, namun layanan tersebut dikelola pihak swasta dan membutuhkan biaya. Akibatnya, belum seluruh masyarakat dapat menikmati akses air dari jaringan tersebut.
Warga yang mengalami keterbatasan air akhirnya sementara mengambil atau menumpang air dari rumah tetangga yang memiliki akses pipanisasi. Situasi ini berlangsung ketika kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari terus berjalan, sementara sumber air alternatif semakin terbatas.
Berdasarkan pendataan, terdapat 60 KK terdampak yang tersebar di empat wilayah, yakni 15 KK di RT 01/RW 08, 12 KK di RT 02/RW 08, 20 KK di RT 03/RW 08 dan 13 KK di RT 04/RW 08.
Merespons kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan pendampingan distribusi air bersih bersama PMI Jember, Rabu 09 September 2026.
Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba sekitar pukul 08.10 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat Kelurahan Patrang, proses distribusi air bersih dilakukan ke tandon yang tersedia di lingkungan warga.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga yang kesulitan memperoleh air secara mandiri.
Muhammad Faris Fadhil, TRC BPBD Jember, mengatakan distribusi air dilakukan untuk membantu warga yang terdampak keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
“Sebagian warga belum memiliki akses terhadap jaringan pipanisasi dan kondisi sumur juga mulai mengering. Untuk sementara, distribusi air bersih membantu memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan,” ujarnya.
Di lokasi tersedia tiga unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter milik BPBD serta satu tandon berkapasitas 1.100 liter milik warga. Tandon tersebut digunakan sebagai tempat penampungan sehingga air dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara bersama-sama.
Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan dan pentingnya menghemat penggunaan air. Kegiatan berlangsung aman dan terkendali tanpa kendala.
BPBD Jember merekomendasikan agar bantuan air bersih kembali disalurkan sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan masih berdampak terhadap masyarakat.
Penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait guna mencari solusi terhadap persoalan akses air bersih di wilayah tersebut. Sebab, persoalan yang dihadapi warga tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya sumber air akibat kemarau, tetapi juga keterjangkauan akses terhadap jaringan pipanisasi.
Hingga distribusi selesai, BPBD Jember bersama PMI, pemerintah kelurahan, Ketua RW dan masyarakat memastikan kegiatan berjalan lancar. Bantuan air bersih tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah musim kemarau. (bob)