logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

BUDIDAYA BAWANG MERAH MENGGUNAKAN BENIH UNGGULAN

  • 07 Agustus 2023
  • Dibaca 3725 Kali
Bagikan Via:
budidaya-bawang-merah-menggunakan-benih-unggulan

BUDIDAYA BAWANG MERAH MENGGUNAKAN BENIH UNGGULAN

Budidaya bawang merah semakin diminati petani di wilayah Kebupaten Jember, tidak terkecuali di Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan, tepatnya di Kelompok Tani Maju Trisno Satu. Hal ini dapat dilihat dari jumlah petani yang terus bertambah dan ditunjang dengan harga jual hasil panen bawang merah yang cukup menjanjikan. Seiring dengan bertambahnya luas tanam bawang merah, maka bertambah banyak pula kebutuhan bibitnya (umbi bawang merah). Dan mahalnya harga bibit saat ini mulai menjadi permasalahan bagi petani.

Oleh karena itu Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan Kabupaten Jember, melalui Bidang Hortikultura memberikan bantuan benih bagi kelompok tani, guna mengenalkan budidaya bawang merah menggunakan benih ditingkat petani. Mungkin cara budidaya ini bagi petani bawang merah yang lain, bukan hal yang baru. Tetapi tidak bagi petani yang tergabung di Kelompok Tani Maju Trisno Satu maupun Desa Tanjungrejo pada umumnya. Tujuan penggunaan benih dalam kegiatan budidaya bawang merah adalah untuk menekan biaya produksinya, dengan harapan jika biaya produksi dapat ditekan, maka pada saat harga bawang merah di pasaran mengalami penurunan petani masih bisa menikmati keuntungan.

Pada hari Minggu, 06 Agustus 2023 Siswanto dan Sujianto, petani yang melakukan budidaya bawang merah menggunakan benih, melakukan panen tanaman bawang merahnya. Dari kedua petani ini di peroleh informasi bahwa budidaya bawang merah menggunakan benih biayanya lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan bibit/umbi. Menurut Sujianto, sebagai perbandingan biasanya untuk lahan seluas 1500 m2 dibutuhkan bibit/umbi 100 Kg dengan harga Rp. 65.000/Kg sehingga total untuk bibit adalah Rp. 6.500.000,-. Sedangakan dengan menggunakan benih dan dengan adanya penambahan biaya tenaga kerja saat tanam, hanya menghabiskan biaya Rp. 2.000.000,-. Sehingga sudah bisa menghemat biaya yang cukup banyak. Untuk perawatan menurut Sujianto, juga dinilai lebih mudah karena dengan menggunakan benih tanaman lebih tahan hama dan penyakit.