logo ppid jember kim
Oleh : RSD. Balung

Workshop Interoperabilitas Data Kesehatan Nasional dan Integrasi Host to Host Bank Mandiri serta penerapan ERM BPJS Kesehatan

  • 27 Desember 2023
  • Dibaca 586 Kali
Bagikan Via:
workshop-interoperabilitas-data-kesehatan-nasional-dan-integrasi-host-to-host-bank-mandiri-serta-penerapan-erm-bpjs-kesehatan

Workshop Interoperabilitas Data Kesehatan Nasional dan Integrasi Host to Host Bank Mandiri serta penerapan ERM BPJS Kesehatan

Dalam era digital ini , perkembangan teknologi informasi semakin pesat dan berdampak pada berbagai sektor, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu bidang yang terkena dampak positif adalah rekam medis. Rekam medis merupakan kumpulan data medis pasien yang mencakup informasi mengenai riwayat kesehatan, diagnosa, pengobatan, dan tindakan medis yang telah di lakukan.

Dulu, rekam medis disimpan dalam bentuk fisik seperti dokumen, catatan, atau kartu kesehatan yang seringkal sulit diakses dan rentan terhadap kerusakan atau kehilangan. Namun, dengan adanya teknologi elektronik , rekam medis dapat diupgrade menjadi bentuk digital yang lebih efisien dan aman.

Rekam medis pasien mulai beralih menjadi berbasis elektronik dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis. Melalui kebijakan ini, fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik. Proses transisi dilakukan sampai paling lambat 31 Desember 2023.

RSD Balung sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah juga menyiapkan segala keperluan agar dapat mengimplentasikan rekam medis elektronik sebelum Desember 2023. Terbaru RSD Balung mengikuti kegiatan Workshop Interoperabilitas Data Kesehatan Nasional dan Integrasi Host to Host Bank Mandiri serta penerapan E-RM BPJS Kesehatan yang diselenggarakan oleh Yayasan SIMRS Khanza di Grand Diamond Hotel Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 - 20 Desember 2023, RSD Balung diwakili oleh Kepala Seksi Penunjang Medis drg. Ita Roossinta, Kepala Unit SIMRS Mohammad Indra Ferlani, S.Kom dan tim Rekam Medis Fajar Iswahyudi, S.ST

Materi materi yang disampaikan dalam workshop ini antara lain :

1. SIMKES Khanza Interoperabilitas Data Kesehatan Nasional Satu Sehat

2. Instalasi dan Implementasi Assesment Rekam Medis Elektronik dengan SIMKES Khanza

3. Monitoring dan Evaluasi Pasca Implementasi Elektronik Rekam Medis

4. Integrasi Host To Host Bank Mandiri

5. Implementasi dan Pemanfaatan ICare JKN BPJS Kesehatan

Dalam konteks ini , upgrade skill rekam medis menjadi penting. Tenaga medis, khususnya para administrasi kesehatan, perlu menguasai teknologi elektronik rekam medis agar dapat mengelola data medis pasien dengan lebih baik . Dalam pengelolaan elektronik rekam medis, terdapat beberapa hal yang perlu diperhati kan, antara lain:

1. Pemahaman tentang sistem elek troni k rekam medis: Tenaga medis perlu memahami bagaimana sistem elektronik rekam medis bekerja, baik dari segi pengumpulan data, penyimpanan, pengelolaan, hingga keamanan data. Dengan pemahaman yang baik, tenaga medis dapat mengoptimal kan penggunaan sistem tersebut.

2. Keterampilan dalam pengoperasian perangkat lunak rekam medis: Ada banyak perangkat lunak atau software yang digunakan dalam sistem elektronik rekam medis. Tenaga medis perlu menguasai pengoperasian perangkat lunak tersebut agar dapat melakukan input data, pencarian data, analisis data, dan penerbitanlaporan dengan efisien.

3. Kebijakan keamanan data: Dalam penggunaan sistem elek tronik rekam medis, keamanan data menjadi hal yang sangat penting. Tenaga medis perlu memahami kebijakan keamanan data yang telah ditetapkan, seperti penggunaan kata sandi yang kuat, akses terbatas terhadap data medis, dan backup data secara teratur.

Dengan menguasai skill rekam medis sesuai elektronik rekam medis, tenaga medis dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Penggunaan sistem elektronik rekam medis akan mempermudah akses informasi medis pasien, mengurangi risiko kesalahan data, dan meningkatkan kerjasama antar tenaga medis dalam pengelolaan data medis pasien.

Dalam penutup, upgrade skill rekam medis sesuai elektronik rekam medis merupakan langkah yang penting dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan. Dengan menguasai teknologi ini , tenaga medis dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan meningkatkan mutu layanan bagi pasien.