logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

300 Tabung LPG 3 Kg Ludes Sebelum Siang, Operasi Pasar Murah di Rambipuji Diserbu Warga

  • 23 April 2026
  • Dibaca 221 Kali
Bagikan Via:
300-tabung-lpg-3-kg-ludes-sebelum-siang-operasi-pasar-murah-di-rambipuji-diserbu-warga-20260423

300 Tabung LPG 3 Kg Ludes Sebelum Siang, Operasi Pasar Murah di Rambipuji Diserbu Warga

JEMBER, 23 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan bersama Pertamina Patra Niaga menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) LPG 3 Kilogram bersubsidi di halaman Kantor Kecamatan Rambipuji, Rabu 22 April 2026.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya stabilisasi harga dan memastikan ketersediaan gas melon bagi masyarakat yang berhak, menyusul adanya laporan kelangkaan dan lonjakan harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung.

Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan warga dari 8 Desa se-Kecamatan Rambipuji sudah memadati lokasi dengan membawa tabung kosong, KTP, dan Kartu Keluarga sebagai syarat pembelian.

Panitia menerapkan sistem kupon yang telah dibagikan sehari sebelumnya melalui pemerintah desa untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan mencegah pembelian ganda. Dalam operasi pasar ini, masyarakat bisa menebus LPG 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000 per tabung, jauh di bawah harga pasar saat ini.

Untuk menjamin kelancaran pasokan, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jember menggandeng tiga distributor resmi Pertamina sekaligus. Ketiga distributor tersebut adalah PT Karya Bersama Mitra Mandiri yang menyalurkan sebanyak 100 tabung, PT Migasindo dengan alokasi 100 tabung, dan PT Jayagasindo Gemilang yang juga membawa 100 tabung.

Dengan demikian, total LPG 3 Kg yang digelontorkan dalam operasi pasar kali ini mencapai 300 tabung. Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, menyampaikan apresiasinya atas sinergi cepat antara Pemkab Jember, Pertamina, dan para distributor.

“Ini bentuk kehadiran negara untuk rakyat kecil. LPG 3 Kg ini subsidi untuk warga prasejahtera dan UMKM. Kami tidak ingin ada warga Rambipuji yang kesulitan memasak hanya karena harga gas tidak wajar. Karena itu kami pastikan distribusinya harus ketat, satu KK satu tabung, dan wajib menunjukkan identitas,” tegas Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, saat meninjau langsung kegiatan.

Ia menambahkan, pihaknya sengaja memilih hari Rabu agar tidak mengganggu aktivitas warga yang mayoritas bekerja pada awal pekan, sekaligus memberi kesempatan bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro untuk datang.

Pelaksanaan operasi pasar murah berjalan sangat tertib, lancar, dan aman berkat pengamanan dari stpol pp Kecamatan Rambipuji, serta relawan dari TKSK . Warga diarahkan masuk melalui satu pintu, kemudian diverifikasi data oleh petugas dari kecamatan sebelum diarahkan ke tenda tiga distributor.

Setiap distributor melayani warga secara paralel untuk mengurai antrean. Mekanisme ini terbukti efektif karena dalam waktu kurang dari 3 jam, seluruh 300 tabung sudah habis tersalurkan. Warga yang datang membawa tabung kosong langsung ditukar dengan tabung isi setelah membayar Rp18.000. Petugas juga memastikan tidak ada pungutan tambahan dalam bentuk apapun.

Salah satu warga Desa Rambipuji, Susinda (30), merasa sangat terbantu. Dia mengaku sudah dua hari keliling ke warung-warung, tapi kosong semua. Kalun ada harganya mencapai Rp28 ribu per tabung.

"Ini tadi dapat Rp18 ribu, alhamdulillah bisa hemat banyak. Anak saya mau hajatan besok, jadi butuh gas buat masak,” ungkapnya sambil tersenyum.

Hal serupa disampaikan Slamet, penjual gorengan asal Desa Kaliwining. “Sehari habis satu tabung. Kalau beli Rp27 ribu terus, ya tidak ada untung. Mudah-mudahan operasi pasar begini sering ada,” katanya.

Sales Branch Manager Rayon V Pertamina Patra Niaga, Fajar Nugroho, yang turut hadir memantau, menegaskan bahwa stok LPG 3 Kg secara umum untuk Kabupaten Jember sangat aman. Menurutnya, alokasi normal LPG subsidi untuk Jember mencapai 12.500 Metrik Ton per bulan atau setara 4,1 juta tabung.

Untuk mengatasi gejolak harga, Pertamina juga telah menambah alokasi fakultatif sebanyak 56.000 tabung khusus di bulan April 2026 yang disebar melalui operasi pasar di 31 kecamatan.

“Persoalan di lapangan bukan karena suplai dari Pertamina kurang, tapi karena distribusi di level pengecer yang kadang tidak tepat sasaran. Ada rumah makan, laundry, peternakan besar yang seharusnya pakai non-subsidi tapi ikut memakai LPG 3 Kg. Ini yang membuat kuota untuk warga miskin jadi tersedot,” jelas Fajar.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying karena akan memperparah situasi. Fajar juga mengingatkan bahwa sesuai Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007, LPG 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga prasejahtera, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran.

“Kami mohon kesadaran pelaku usaha menengah ke atas untuk beralih ke Bright Gas 5,5 Kg atau 12 Kg. Mari kita jaga subsidi ini agar tepat sasaran,” ajaknya.

Dari sisi pengawasan, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Jember menurunkan tim untuk memastikan seluruh proses sesuai prosedur. Tim tersebut memantau harga, menertibkan antrean, dan mendokumentasikan penyaluran sebagai bahan evaluasi.

Perwakilan Bidang Perdagangan, Farid, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring harga di pangkalan dan pengecer pasca operasi pasar.

“Jangan sampai setelah operasi pasar, harga di pengecer tetap tinggi. Akan kami tindak tegas jika ada pangkalan yang menjual di atas HET atau menjual ke pihak yang tidak berhak,” ujarnya.

Farid juga mengapresiasi kesadaran warga Rambipuji yang tertib mengikuti aturan. “Warga tidak berdesakan, mau antre, dan membawa syarat lengkap. Ini bukti bahwa kalau diorganisir dengan baik, masyarakat kita sangat kooperatif,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pelanggaran distribusi LPG 3 Kg. Warga bisa melapor melalui hotline Disperindag atau langsung ke kantor kecamatan.

“Kami juga mengapresiasi antusiasme warga Rambipuji yang luar biasa. Ini bukti bahwa operasi pasar memang sangat dibutuhkan masyarakat. Alhamdulillah, sebelum siang target 300 tabung sudah ludes terjual, terdistribusikan dengan baik, tertib, lancar, dan aman. Ini jadi catatan positif bagi kami,” ujar Farid.

Ia menyebut keberhasilan ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkab Jember untuk menambah kuota dan frekuensi operasi pasar murah di titik-titik rawan lainnya.

“Artinya, daya serap masyarakat tinggi. Ke depan mungkin kita tambah kuotanya jadi 500 tabung per kecamatan agar lebih banyak warga terlayani. Prinsipnya pemerintah tidak akan tinggal diam kalau rakyat butuh,” tegasnya.

Farid juga berpesan agar masyarakat menyimpan bukti pembelian dan tidak menjual kembali gas subsidi yang sudah dibeli. Keberhasilan Operasi Pasar Murah LPG 3 Kg di Kecamatan Rambipuji ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus hadir melalui intervensi pasar setiap kali ada komoditas strategis yang harganya bergejolak di masyarakat. (sai)

Galeri Foto