60 KK di Kranjingan Jember Krisis Air, BPBD Salurkan 2.500 Liter
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 127 Kali
Bagikan Via:
60 KK di Kranjingan Jember Krisis Air, BPBD Salurkan 2.500 Liter
JEMBER, 15 OKTOBER 2026 - Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya ketersediaan air di sumur warga.
Kondisi tersebut diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen sekaligus pengecekan sumber air warga pada Kamis, 15 Oktober 2026. Penanganan dilakukan setelah adanya permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Kranjingan melalui surat Nomor 600.1.16/154/35.09.03.2023/2026.
Tim menemukan sumur warga di RT 02/RW 03 dengan kedalaman sekitar 6 hingga 10 meter mengalami penurunan debit air. Sebagian besar sumur bahkan mengering hingga dasar sumur terlihat. Air yang tersisa juga dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, M. Zaenudin Permana, mengatakan warga selama ini berupaya mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan. Sumber air alternatif berupa sungai berjarak sekitar 200 meter, tetapi airnya tidak layak untuk konsumsi," kata Zaenudin, Kamis.
Menurut dia, warga juga sempat melakukan upaya mandiri dengan mengalirkan air sungai ke tanah agar dapat terserap dan membantu mengisi kembali sumur. Namun, upaya tersebut hanya mampu bertahan sekitar tiga hari.
"Upaya warga dilakukan secara mandiri, tetapi hasilnya hanya bertahan beberapa hari. Karena itu, warga meminta bantuan air bersih terutama untuk kebutuhan memasak dan minum," ujarnya.
Sebagai langkah awal penanganan, TRC-PB BPBD Kabupaten Jember menyalurkan 2.500 liter air bersih ke tandon BPBD yang digunakan warga. Selain distribusi air, petugas juga melakukan edukasi kebencanaan, pengecekan kondisi sumur, serta berkoordinasi dengan perangkat RT dan RW setempat.
Distribusi air dilakukan setelah tim berangkat menuju lokasi sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah seluruh kegiatan penanganan dan asesmen selesai, tim kembali ke markas BPBD Kabupaten Jember sekitar pukul 14.30 WIB.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni sebanyak 2.500 liter setiap empat hari sekali, selama kondisi sumber air warga belum kembali normal.
Selain bantuan air, BPBD juga akan meneruskan hasil asesmen kepada dinas terkait agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut terhadap persoalan ketersediaan sumber air di wilayah tersebut.
Zaenudin menegaskan, penanganan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air, tetapi juga melalui pemantauan kondisi sumber air dan koordinasi lintas pihak agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung.
"Pemantauan akan tetap dilakukan dan hasil asesmen diteruskan kepada instansi terkait untuk menentukan penanganan berikutnya," kata Zaenudin.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Jember bekerja bersama perangkat RT/RW dan warga setempat. Hingga kegiatan distribusi air selesai, tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan di lapangan. (tgh)