89 KK Terdampak Kekeringan di Kalisat, BPBD Jember Dampingi Kodim 0824 Salurkan Air Bersih
- 03 November 2026
- Dibaca 177 Kali
Bagikan Via:
89 KK Terdampak Kekeringan di Kalisat, BPBD Jember Dampingi Kodim 0824 Salurkan Air Bersih
JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendampingi Kodim 0824 Jember dalam penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Dusun Junggrang II, Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Selasa 03 November 2026.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga di RT 32 dan RT 33, RW 08. Bantuan tersebut menyasar 89 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga sekaligus mendampingi proses distribusi air bersih yang dilakukan Kodim 0824 Jember.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Parmuji, mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan air bersih berjalan tertib dan tepat sasaran.
“BPBD melakukan pendampingan sekaligus koordinasi di lokasi terdampak. Dalam kegiatan ini, Kodim 0824 Jember mendistribusikan satu tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter untuk warga yang membutuhkan,” kata Parmuji.
Berdasarkan hasil asesmen TRC BPBD Jember pada 26 Oktober 2026, terdapat 46 KK di RT 32 dan 43 KK di RT 33 yang membutuhkan bantuan air bersih. Dengan demikian, total warga yang menjadi sasaran bantuan mencapai 89 KK.
Distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih yang kedua di lokasi tersebut. Sebelumnya, hasil asesmen merekomendasikan adanya distribusi air secara berkala karena warga masih mengalami keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain mendampingi distribusi air, BPBD juga memastikan ketersediaan sarana penampungan. Hingga Selasa, telah terdistribusi empat unit tandon air di lokasi terdampak.
“Untuk memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan, bantuan air bersih perlu dilakukan secara berkala. Rekomendasi berikutnya adalah distribusi setiap enam hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter,” ujar Parmuji.
Menurut dia, pola distribusi berkala diperlukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama sumber air belum kembali mencukupi. BPBD juga merekomendasikan agar penanganan lebih lanjut diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait.
Kegiatan distribusi air bersih dimulai ketika TRC BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah tiba, petugas melakukan koordinasi, pendampingan, serta dokumentasi kegiatan. Distribusi selesai sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember dan Kodim 0824 Jember bersinergi bersama perangkat RT/RW serta warga setempat. Tidak terdapat kendala selama proses penyaluran bantuan.
Parmuji menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam penanganan dampak kekeringan, terutama untuk memastikan masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih tetap mendapatkan bantuan secara teratur.
“Pendampingan BPBD bersama unsur terkait di lapangan diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sekaligus menjadi dasar untuk penanganan lanjutan oleh dinas terkait,” katanya. (tgh)