Antara Lelah dan Amanah, Pesan Reflektif Kadinsos Jember untuk Garda Terdepan Sosial
- 27 Maret 2026
- Dibaca 240 Kali
Bagikan Via:
Antara Lelah dan Amanah, Pesan Reflektif Kadinsos Jember untuk Garda Terdepan Sosial
JEMBER, 26 MARET 2026 - Suasana di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) di Jalan Kalimantan, Jember, tampak berbeda pada Kamis pagi, 26 Maret 2026.
Sebanyak 101 Aparatur Sipil Negara (ASN) berkumpul dalam barisan apel yang rapi, namun tidak kaku. Ada kehangatan silaturahmi yang masih kental terasa, sebuah sisa semangat hari raya yang dirajut kembali dalam agenda peningkatan kapasitas dan halalbihalal.
Kepala Dinsos PPPA Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos, berdiri di depan barisan bukan hanya sebagai pimpinan, melainkan sebagai seorang rekan yang membuka diri.
Dengan kerendahan hati, ia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, mengakui bahwa selama mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Sekda, perhatiannya untuk internal dinas sempat terbagi.
Namun, ia membawa angin segar, per Mei mendatang, ia akan kembali mencurahkan seluruh fokusnya di satu dinas demi berada lebih dekat dengan para bawahannya.
Di tengah arahannya, Helmi melontarkan sebuah pertanyaan reflektif yang memecah keheningan pagi. "Di zaman sekarang ini, menurut Anda lebih sulit mana bekerja atau mencari kerja?" tanyanya lugas.
Jawaban serentak "Mencari kerja" dari para pegawai menjadi pintu masuk bagi Helmi untuk mengingatkan kembali esensi dari sebuah profesi.
Baginya, status sebagai pekerja adalah amanah langka yang harus disyukuri dengan cara memberikan manfaat nyata bagi sesama, bukan sekadar menggugurkan kewajiban rutin.
Helmi pun tak segan berbagi sisi personalnya. Ia menceritakan bagaimana raga seringkali dipaksa melampaui batas, pulang menjelang subuh dan kembali bertugas saat matahari baru saja terbit.
"Kalau bicara soal capek, saya tentu capek," akunya jujur. Namun, ia menekankan bahwa kelelahan itulah wujud nyata dari kontribusi bagi masyarakat, sebuah cara bersyukur yang sejajar dengan menjaga ibadah wajib.
Sebagai bekal bagi para ASN dalam melayani masyarakat Jember, ia menitipkan empat pelajaran hidup yang fundamental. Jujur, Tulus, Ikhlas, dan Sabar. Kejujuran, menurutnya, adalah harga mati yang dimulai dari diri sendiri.
Ia menegaskan bahwa pintu maafnya selalu terbuka bagi staf yang melakukan kesalahan teknis secara tidak sengaja, selama integritas tetap dijaga dengan baik.
Mengutip pemikiran spiritual Imam Ghazali, Helmi memberikan peringatan yang menyentuh sanubari tentang bahaya merasa diri suci dari dosa. Ia mengingatkan bahwa kesombongan spiritual adalah awal dari kehancuran.
Pesan itu kemudian ia tutup dengan sebuah kerinduan yang bersahaja, momen cangkrukan dan ngopi bareng yang santai. Harapan sederhana itu disambut dengan senyum hangat para peserta apel, menandai babak baru semangat kerja yang lebih manusiawi di Dinsos PPPA Jember. (rou)