Antrean BBM di Jalan Mastrip, Camat Sumbersari Tenangkan Warga
- 07 September 2026
- Dibaca 71 Kali
Bagikan Via:
Antrean BBM di Jalan Mastrip, Camat Sumbersari Tenangkan Warga
JEMBER, 07 SEPTEMBER 2026 – Antrean panjang kendaraan di SPBU Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, Jember, sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Namun, warga diminta tidak panik. Pemerintah Kecamatan Sumbersari memastikan kondisi tersebut bukan pertanda stok BBM habis. Ketenangan masyarakat menjadi perhatian utama agar antrean tidak berkembang menjadi kepanikan.
Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP, MM, kepada media ini menyatakan masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU Jember yang dalam beberapa hari terakhir bahkan memanjang hingga mendekati akses jalan raya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Stok BBM aman dan penyaluran tetap berjalan. Tidak perlu panik atau membeli secara berlebihan karena justru bisa membuat antrean semakin panjang. Masyarakat juga kami minta tetap tertib saat mengisi BBM,” ujar Deni, Senin, 07 September 2026.
Menurutnya, kondisi antrean di SPBU Jalan Mastrip perlu disikapi secara proporsional. Selain memastikan masyarakat memperoleh BBM, penataan kendaraan juga penting agar antrean tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Kekhawatiran warga terkait ketersediaan BBM tersebut kini mendapat penjelasan terbaru dari Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait. Pemkab Jember telah berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina untuk meminta penjelasan mengenai antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.
Dari audiensi tersebut, Pertamina memastikan stok BBM untuk Kabupaten Jember dalam kondisi aman. Bahkan, suplai ke Jember ditambah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Dari penjelasan Pertamina, stok BBM untuk Kabupaten Jember dalam kondisi aman. Bahkan, suplai ke Jember ditambah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait menjelaskan, antrean yang terjadi bukan disebabkan stok BBM habis. Kendala justru terjadi pada proses distribusi menuju sejumlah SPBU. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah kondisi lalu lintas dan kemacetan dalam perjalanan.
Penjelasan tersebut sekaligus memperkuat imbauan Kecamatan Sumbersari agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan terjadi kelangkaan BBM. Pemerintah daerah dan jajaran kewilayahan kini fokus memastikan distribusi kembali berjalan normal.
Gus Fawait juga meminta Pertamina segera menangani persoalan tersebut. Menurutnya, ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan aktivitas dan mobilitas masyarakat sehari-hari sehingga distribusinya harus dipastikan lancar.
“Saya meminta Pertamina memastikan distribusi kembali normal dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM,” tegasnya.
Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menambahkan, pihaknya akan terus memperhatikan situasi di lapangan, terutama kondisi antrean di SPBU wilayah Sumbersari. Koordinasi dengan pihak terkait diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan antrean tidak mengganggu arus lalu lintas.
Bagi masyarakat, kepastian stok BBM menjadi kabar penting di tengah antrean yang sempat mengular. Dengan adanya tambahan suplai dan langkah pemerintah mengawal distribusi, warga diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Pemkab Jember sendiri menyatakan akan terus memantau perkembangan distribusi BBM. Pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas, sementara Kecamatan Sumbersari mengambil peran penting dalam menjaga ketenangan warga di tengah situasi antrean.
“Yang terpenting, masyarakat tidak perlu panik. Stok BBM Jember aman dan suplai terus diperkuat,” pungkas Gus Fawait. (sar)