logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

ASFR Jember 14, SSK Jadi Strategi Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja

  • 27 Agustus 2026
  • Dibaca 51 Kali
Bagikan Via:
asfr-jember-14-ssk-jadi-strategi-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-20260827

ASFR Jember 14, SSK Jadi Strategi Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja

JEMBER, 27 AGUSTUS 2026 – Angka kelahiran pada kelompok usia 15–19 tahun atau Age Specific Fertility Rate (ASFR) Kabupaten Jember saat ini berada pada angka 14. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember dalam memperkuat edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan bagi remaja melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Penguatan SSK dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Materi Kependudukan dalam Pembelajaran Intrakurikuler yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Kamis, 27 Agustus 2026. Melalui program tersebut, isu kependudukan diharapkan dapat dikenalkan kepada peserta didik sejak dini melalui proses pembelajaran di sekolah.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., mengatakan peningkatan wawasan kependudukan pada remaja diharapkan dapat mendorong mereka lebih memahami pentingnya perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, serta pendewasaan usia perkawinan.

“Hal ini juga diharapkan dapat mendukung upaya menurunkan ASFR Kabupaten Jember yang saat ini sebesar 14 pada kelompok usia 15–19 tahun,” ujar Zamroni.

Menurutnya, SSK tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai jumlah dan pertumbuhan penduduk, tetapi juga mengintegrasikan berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan keluarga. Materi tersebut antara lain mencakup kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pendewasaan usia perkawinan.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar peserta didik memiliki bekal dalam merencanakan masa depan sekaligus memahami konsekuensi dari keputusan yang berkaitan dengan perkawinan dan kehamilan pada usia remaja.

Zamroni menegaskan, penguatan SSK perlu dilakukan secara berkelanjutan di satuan pendidikan Kabupaten Jember. Para peserta bimtek juga diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mampu menjadi penggerak di sekolah masing-masing.

“Kami berharap melalui kegiatan Bimtek ini, para peserta dapat menjadi penggerak di sekolah masing-masing, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya,” jelasnya.

Melalui integrasi isu kependudukan dalam pembelajaran, SSK diharapkan mampu membangun pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya mempersiapkan kehidupan secara matang. Upaya tersebut diharapkan turut mendorong penurunan ASFR Jember sekaligus membentuk generasi muda yang lebih sadar terhadap kesehatan, keluarga, dan perencanaan masa depan. (ken)

Galeri Foto