Banjir Bandang Terjang Panti dan Rambipuji, Satu Warga Terseret Arus dan Puluhan Rumah Terdampak
- 03 Februari 2026
- Dibaca 2870 Kali
Bagikan Via:
Banjir Bandang Terjang Panti dan Rambipuji, Satu Warga Terseret Arus dan Puluhan Rumah Terdampak
Bencana banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Jember, tepatnya di Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji, pada Senin malam, 02 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah hulu Sungai Badean dan sekitarnya sejak siang hari. Banjir bandang disertai lumpur, potongan bambu, serta material kayu meluap ke permukiman warga dan menyebabkan kerusakan rumah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember langsung melakukan penanganan darurat begitu menerima laporan kejadian.
Di Kecamatan Panti, banjir bandang berdampak signifikan di Desa Pakis, Dusun Pertelon RT 07 RW 02. Sebanyak empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian dapur akibat tergerus arus sungai yang meluap. Rumah tersebut milik Yuliatin (37), Wahid (52), Madruji (51), serta Samad (65), dengan beberapa di antaranya juga mengalami kerusakan kandang ternak. Selain itu, enam rumah warga lainnya terendam banjir lumpur dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter, sementara sekitar 30 rumah tercatat terpapar banjir di bagian halaman dengan lumpur setinggi kurang lebih 20 sentimeter.
Peristiwa ini juga menimbulkan korban terseret arus atas nama Wahid, yang diketahui merupakan staf Seksi Pelum Kecamatan Panti sekaligus mantan Sekretaris Desa Pakis. Hingga pukul 23.50 WIB pada hari kejadian, korban belum berhasil ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Sebanyak 30 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah warga yang lebih aman, sementara keluarga korban terseret arus dan warga yang rumahnya rusak memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan membutuhkan penanganan cepat dari berbagai pihak.
Dampak banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Rambipuji, tepatnya di Dusun Tembelang, Desa Pecoro. Dua rumah warga terendam banjir lumpur dengan ketinggian mencapai sekitar 40 sentimeter. Selain itu, barongan bambu roboh melintang di aliran sungai, sehingga berpotensi memperparah aliran air apabila terjadi hujan susulan. Pemerintah daerah bersama relawan segera melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi terdampak.
Berdasarkan kronologis kejadian, hujan mulai turun sejak pukul 14.00 WIB di wilayah hulu sungai dan sekitar Desa Pakis. Pada pukul 16.30 WIB, debit air sungai meningkat dengan warna coklat pekat dan berlumpur. Puncaknya terjadi sekitar pukul 19.40 WIB, saat banjir bandang berarus deras meluap ke permukiman, menggerus bangunan di bantaran sungai, dan menghanyutkan satu warga. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem yang sebelumnya telah diperingatkan melalui rilis kewaspadaan cuaca ekstrem wilayah Jawa Timur.
BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari koordinasi dengan relawan dan perangkat desa, pendataan warga terdampak, pengamanan wilayah sungai, hingga pencarian korban terseret arus. Hingga laporan terakhir, banjir di Sungai Badean telah surut, namun warga masih berada di tempat pengungsian dan tim TRC BPBD tetap siaga di lokasi. Pemerintah daerah merekomendasikan dilakukannya pencarian lanjutan korban pada pagi hari, pembersihan lumpur dan material banjir, pendirian dapur umum, serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.